Lebih untung beli obligasi atau reksa dana pendapatan tetap?

Pasar obligasi Indonesia diproyeksi memberikan peluang investasi yang menarik hingga akhir tahun 2020.  Penguatan akan didukung oleh rendahnya suku bunga global dan domestik, stabilitas nilai tukar Rupiah, kondisi kepemilikan investor asing yang sudah sangat rendah, dan fakta bahwa imbal hasil yang ditawarkan obligasi domestik masih sangat menarik, dengan target imbal hasil sampai akhir tahun di kisaran 6,5% – 7,0%.

Meski tidak setinggi tahun lalu, potensi hasil dan peluang di pasar obligasi masih menarik bagi investor yang ingin mengurangi risiko atau volatilitas.  Lantas, apakah investor sebaiknya membeli obligasi secara langsung atau melalui reksa dana pendapatan tetap?  Simak penjelasan Freddy Tedja, Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI).

BERITA REKOMENDASI