Lewat Program 10 Rumah Aman KSP, Kaum Milenial Perangi Covid-19

Cairan disinfektan menjadi logistik vital aktivitas penyemprotan Covid-19. Selain industri besar, cairan ini bisa diproduksi rumahan. Bahan baku utamanya adalah pemutih atau sodium hipoklorit. Larutan ini mengandung 5% sodium hipoklorit. Siapkan juga air dan beberapa peralatan, seperti botol, gelas ukur, sarung tangan karet, dan masker N95. Caranya, campur pemutih dengan air dalam botol lalu diaduk.

“Konsep gotong royong warga sangatlah kuat. Untuk peralatan penyemprotan dan cairannya diperoleh dari donatur. Penyemprotan disinfektan jadi agenda rutin. Sebelumnya sudah 2 kali disemprot. Yang jelas, kami sangat gembira dengan bergabungnya para milenial ini sebagai aktivis Dasa Wisma,” ujar Yana selaku Ketua RT.10/RW.03, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Serupa RT.10/RW.03, Pondok Labu, Cilandak, kepedulian para milenial juga tampak di RT.014/RW.02 Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Dilakukan secara swadaya, kaum remaja juga aktif sebagai aktivis Dasa Wisma. Tugas mereka bahkan cukup beragam untuk memastikan 38 rumah warganya negatif Covid-19. Ketua RT.014/RW.02 Bendungan Hilir, Rani Eddy, mengatakan, aktifnya para milenial jadi keuntungan.

“Kepedulian para anak muda ini sangat menginspirasi. Meski tugas rutinnya banyak, mereka tetap jadi aktivis Dasa Wisma. Mereka terlibat hampir di semua action program 10 Rumah Aman. Selain kegiatan penyemprotan, mereka juga aktif mendata suhu tubuh warga dan sosialisasi amal. Bergabungnya para anak muda ini membuat tugas kami semakin ringan,” kata Rani.

Bergabungnya kaum milenial sebagai aktivis Dasa Wisma diapresiasi Kepala Staf Presiden Moeldoko. Panglima TNI periode 2013-2015 menjelaskan, semua elemen bangsa harus terlibat aktif dalam memerangi Covid-19. Dengan begitu, kehidupan berbangsa dan bernegara akan kembali normal. Setiap masyarakat bisa kembali mengambil perannya untuk menghasilkan karya produktif bagi Indonesia.

“Kami berikan penghargaan yang tinggi bagi para aktivis Dasa Wisma program 10 Rumah Aman. Mereka selalu mengambil peran saat bangsa dan negara membutuhkannya. Pandemi Covid-19 ini harus segera diatasi secara bergotong royong. Dengan begitu, semuanya akan normal kembali. Bergabungnya milenial tentu menjadi angin segar karena ada nilai edukasi yang besar di situ,” tutup Moeldoko. (Fon)

BERITA REKOMENDASI