Lingkaran.co Makin Bersinar di Masa Pandemi

Wendy Pratama, CEO dan Founder lingkaran mengemukakan awal perjalanannya, lingkaran berawal dari kebingungan dan kegelisahan saya sendiri. Setelah lulus dari jurusan Arsitektur, saya diminta untuk merenovasi rumah saya sendiri. Nyatanya, teori semasa kuliah tidak mudah diaplikasikan.

“Saat itu saya tidak memahami bagaimana cara mengeksekusi dan mewujudkan desainnya; bagaimana cara menghitung biaya, mencari kontraktor, dan hal-hal teknis lainnya. Setelah banyak berdiskusi dengan orang sekitar, ternyata faktanya terdapat missing gap antara apa yang dipelajari di institusi pendidikan formal dengan apa yang sebenarnya dibutuhkan di industri atau dunia profesional.”

Wendy pun membangun lingkaran dengan semangat untuk membantu anak muda di Indonesia mengatasi tantangan kesenjangan pengetahuan dan keterampilan. Bersama timnya, Wendy bertekad untuk menciptakan sebuah ekosistem yang dapat menjembatani kesenjangan antara apa yang diberikan dengan apa yang sebenarnya dibutuhkan.

Membangun Startup Edukasi Berkualitas

Setelah 6 tahun berdiri, lingkaran telah dikenal sebagai salah satu platform pendidikan kreatif terdepan di Indonesia. Dengan visi “Menjadi ekosistem progresif yang mendorong dan mendukung para entrepreneur dan profesional muda di Indonesia untuk mencapai standar kelas dunia”, lingkaran telah mengadakan lebih dari 1.500 program khususnya di bidang kreatif, digital dan wirausaha, mengembangkan lebih dari 20.000 pelajar, dan telah menginspirasi lebih dari 150.000 generasi muda di seluruh Indonesia.

Sebagai ekosistem, lingkaran menjadi lebih dari sekadar jembatan untuk menutup celah pengetahuan. lingkaran telah menjelma menjadi extended network di mana para wirausahawan muda di Indonesia dapat terhubung dan mendapatkan dukungan satu sama lain, apapun latar belakangnya.

Untuk mematangkan bisnisnya, pada tahun 2019 lalu, Wendy mengikuti Diplomat Success Challenge (DSC). Selain termotivasi untuk mendapatkan hibah modal usaha dengan total Rp 2 Miliar, Wendy juga memiliki keinginan untuk terkoneksi dengan mentor-mentor berpengalaman dan meluaskan jaringannya dengan rekan-rekan sesama wirausahawan dalam komunitas Diplomat Entrepreneur Network (DEN).

Pada saat itu, bisnis saya sudah berjalan selama 5 tahun dan kami sedang membutuhkan bantuan berupa modal tambahan dan mentorship untuk pengembangan produk digital kami. Walaupun lingkaran belum menjadi pemenang, namun dengan semangat #BIKINGEBRAKAN banyak hal yang didapatkan selama mengikuti program DSC seperti ilmu, pengalaman dan network baru. Selain itu DSC juga membantu meningkatkan awareness publik terhadap lingkaran, terutama untuk audiens di Pulau Jawa,” tutur Wendy lebih jauh.

Menurut Wendy, keberadaan mentor juga sangat berperan terhadap pengembangan dirinya sebagai pemimpin perusahaan maupun sebagai wirausahawan. Para mentor banyak membagikan pengetahuan dan pengalamannya, sehingga hal-hal tersebut dapat menjadi insight yang bermanfaat yang dapat diterapkan hingga kapanpun. Pendampingan oleh mentor-mentor juga tetap berlanjut di mana Wendy masih menyempatkan berinteraksi dan berdiskusi dengan mereka untuk mengeksplor peluang-peluang baru setelah program rampung.

Menjadi Startup dengan Kiprah Positif di Masa Pandemi

Berbasis pembelajaran yang mengombinasikan metode daring sejak didirikan, lingkaran justru mendapatkan dampak positif di masa pandemi ini. Bahkan dapat dikatakan bahwa industri teknologi edukasi merupakan industri yang imun dengan pandemi COVID-19.

Selain meningkat dari segi awareness, permintaan dari pasar juga mengalami lonjakan yang signifikan. Target pasar menjadi lebih menyadari akan pentingnya pendidikan dan pelatihan keterampilah di luar sekolah / institusi formal untuk membantu mereka lebih relevan lagi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri saat ini, terutama di tengah kondisi kenormalan baru. (*)

BERITA REKOMENDASI