Masuknya China dan Rusia di Dewan HAM PBB Menuai Kecaman

Editor: Ivan Aditya

AMERIKA, KRJOGJA.com – China, Rusia, dan Kuba terpilih menjadi anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Namun hal itu mendapat kecaman dari para aktivis HAM dunia mengingat rekam jejak kelam mereka terkait HAM. Para aktivis sebelumnya memohon kepada negara-negara Uni Eropa untuk berkomitmen tidak memberikan dukungan kepada mereka.

LSM pemantau yang berbasis di Jenewa, UN Watch berkata jika hal tersebut terjadi itu artinya sama saja mengizinkan terpidana pembakaran untuk bergabung dengan pemadam kebakaran. Pada briefing yang diselenggarakan oleh UN Watch, Presiden dari Citizen Power Initiatives for China dan mantan tahanan politik, Yang Jianli menyatakan China terlibat dalam penghancuran politik di Hong Kong.

“Dengan standar apapun China telah menyalahgunakan prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia PBB. Jika ini adalah pemilihan untuk dewan pelanggar hak asasi manusia PBB, akan lebih dari pantas untuk memilih China, karena mereka memimpin dunia dalam melanggar hak asasi manusia,” ucapnya.

Dia mengatakan negara-negara demokrasi memiliki kewajiban untuk memberikan suara menentang Beijing. Para korban pelanggaran hak asasi manusia di China kata Yang juga berhak mengetahui bagaimana negara-negara demokrasi itu memberikan suara dalam pemungutan suara rahasia.

Seorang aktivis HAM dari Kuba dan putri almarhum pembangkang Oswaldo Payá, Rosa María Payá mengklaim bahwa negara itu menggunakan kursi tersebut untuk melindungi impunitas mereka.

“Mereka, memastikan berbagai tuduhan terhadap mereka dan teman-teman kriminal di Venezuela, China, Rusia, dan Belarusia tidak makmur. Kelompok-kelompok ini bertindak dalam geng yang berkonspirasi bersama untuk menutupi fakta dan mengosongkan isi dan efektivitas dewan hak asasi manusia,” kata dia. (*)

BERITA REKOMENDASI