Media Perlu Diingatkan Jangan Kehilangan Nilai

SLEMAN, KRJOGJA.com – Persaingan industri media di era digital sangat ketat. Kalau mau jujur, banyak media yang kehilangan orientasi dalam menjalankan peran edukasi dan kontrol sosial.

Saatnya diingatkan, media jangan sampai kehilangan nilai edukasi, hak kontrol sosial, kritis, kritik dan koreksi yang bersifat konstruktif. Demikian ditegaskan Donatus Danar Sasangka MCMS, dosen Ilmu Komunikasi UAJY dalam Diskusi Buku ‘Ketika Fakta Menjadi Makna, Komunikasi, Politik dan Jurnalisme’ terbitan Fisipol Universitas Atma Jaya (UAJY) kerja sama dengan SKH Kedaulatan Rakyat di kampus III Gedung Bonaventura, Babarsari, Sleman, Rabu (19/02/2020) sore.

Diskusi juga menghadirkan narasumber Jayadi Kastari (Redaktur SKH Kedaulatan Rakyat dengan moderator Precy Permata. Kegiatan tersebut dibuka dan diberi pengantar Dr Phil Lukas S Ispandriano MA selaku Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi UAJY juga editor buku ini.

Menurut Danar Sasangka, pesan nilai sosial, demokrasi, kemanusiaan, kebangsaan dan pencerahan bagi pembaca itu penting. “Buku ini mengingatkan hal itu,” ucapnya. Menyampaikan nilai, tidak bisa ditinggalkan media, apalagi sekadar mememuhi hasrat rasa ingin tahu pembaca yang sifatnya dangkal, tanpa data dan fakta yang akurat.

Sedangkan Jayadi Kastari mengatakan, buku ini terdiri 4 bab membahas refleksi, implementasi Pers Pancasila, merekam bencana-menentang bahaya, melanglang di negeri orang serta cerita sebelum berita, “Buku ini bisa menjadi referensi, refleksi pers di Indonesia dengan segala dinamikanya,” ucapnya.

Sementara Galim Umabaibi, Ketua Panitia Diskusi Buku mengatakan, diskusi buku merupakan rangkaian dari kegiatan peresmian dan pelantikan pengurus Himpunan Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi (Himmikom) UAJY. “Diskusi buku kumpulan esai ditulis oleh dosen komunikasi UAJY dan 51 wartawan SKH KR untuk mengukur relevansi konsep dan perkembangan media saat ini” ujar Ketua Himmikom UAJY. Selain itu, untuk menambah wawasan mahasiswa dalam bidang komunikasi dan jurnalistik yang perkembangan sangat dinamis.(Isn)

BERITA TERKAIT