Melihat Realita Sekolah Dasar di Wilayah 3T Jawa Timur

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kampus Mengajar adalah program kegiatan yang di selenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kemendikbudristek mengajak seluruh mahasiswa untuk berpartisipasi dan terjun langsung ke masyarakat melalui pengabdian di sekolah dasar.

Kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan ini mampu memikat banyak mahasiswa, hal tersebut terlihat dari jumlah mahsiswa yang mendaftar, sekitar 30 ribu mahasiswa yang mendaftar dan 15 ribu mahasiswa yang lolos seleksi dan memenuhi syarat untuk melaksanakan pengabdian.

Ego Fidiyah yang merupakan salah satu mahasiswa Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta terlibat langsung pada program ini. Bersama dengan 6 orang temannya yang berasal dari beberapa perguruan tinggi di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ego bersama tim melaksanakan beberapa program kerja yang dapat membantu sekolah terutama siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran daring dan tatap muka. Untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah yang termasuk wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T).

Ego dan timnya di tempatkan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ketanggung 2, Kecamatan sine, Kabupaten Ngawi. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan pada tanggal 14 sampai dengan 18 Juni 2021.

Dari kegiatan ini mereka berharap dapat membantu sekolah dalam mengajar dan beradaptasi dnegan teknologi yang saat ini digunakan. Sebab, saat ini Indonesia masih dalam kondisi belum stabil dengan masih adanya virus Sars-Cov 19.

“Pada saat awal kami ke sekolah untuk melihat kondisi sekolah dan apa saja yang perlu kami data untuk keperluan mengajar dan juga kegiatan lainya, kami kaget melihat situasi sekolah. Kondisi sekolah saat ini sudah tidak digunakan lagi dan seluruh kegiatan di pindahkan di sekolah terdekat mereka, SDN Tulakan 6. Yang tidak jauh dari SDN Ketanggung 2,” ujarnya.

Menurut penuturan Ego Fidiyah, SDN Ketangggung 2 saat ini sudah tidak menerima siswa sejak tiga tahun yang lalu. Jumlah siswa saat ini hanya 25 siswa yang terbagi kedalam tiga jenjang kelas, yaitu kelas 6, kelas 5, dan kelas 4.

Guru yang mengajar di SD N Ketanggung 2 saat ini mneyisakan 1 guru saja, beberapa guru sudah pensiun dan beberapa guru lainya sudah mutasi tugas ke SD N Tulakan 6. Gedung sekolah SDN Ketanggung 2 saat ini sudah terbengkalai. Beberapa ruang kaca-kacanya sudah pecah, dan menyisakan jendela tanpa kaca.

Tidak sedikit hewan yang meninggali gedung kosong bekas sekolahan tersebut. Di dalam gedung sekolah masih terdapat bangku-bangku dan meja yang sudah tidak digunakan lagi, arsip-arsip sekolah beberapa masih terawat, seperti buku struktur kepengurusan, dan lain sebagainya. “Gedung sekolah sebetulnya masih layak digunakan hanya memerlukan beberapa perbaikan,” ungkapnya.

Ego fidiyah Bersama 6 temannya, memiliki banyak program kerja yang dilaksanakan. Seperti mengajar kelas 6 dan 5 guna mempersiapkan mereka untuk mengikuti ujian sekolah dan ujian kenaikan kelas bagi kelas 5.

Selain itu juga Ego Bersama temanya membersihkan gedung sekolahan dan mengumpulkan serta mendata arsip-arsip sekolah, seperti buku. Dan program yang terakhir adalah melakukan pendampingan kepada Guru di SDN Ketanggung 2 dan SDN Tulakan 6 untuk beradaptasi dengan teknologi.

“Selama di SDN Ketanggung 2 dan SDN Tulakan 6, kegiatan kami sedikit banyak membantu guru dalam melaksanakan proses pembelajaran luring,” ucapnya.

Siswa diperbolehkan masuk dengan mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes). Selain siswa Ego bersama tim dan guru juga mematuhi Prokes. Selain mengajar, mereka juga membantu pihak sekolah untuk melakukan pendataan adminitrasi sekolah seperti mendata buku-buku bacaan, buku bantuan dan buku-buku lainya.

“Kegiatan terakhir yang kami lakukan adalah mendampingi guru untuk memhami dan belajar mengenai teknologi. Beberapa guru masih ada yang gagap teknologi, hal tersebut lah yang mendasari kami untuk mengadakan kegiatan ini,” imbuhnya. (*)

BERITA REKOMENDASI