Menaker Kagumi Keindahan Alam Magelang

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Keindahan alam Kabupaten Magelang, sungguh luar biasa. Apalagi didukung keberadaan Candi Borobudur yang sudah diakui dunia akan kemegahan dan keindahannya. Tak mengherankan jika Borobudur dijadikan salah satu dari lima pembangunan super prioritas kawasan wisata oleh pemerintah RI, bersama Danau Toba, Mandalika dan lainnya.

Tidak mengherankan jika Presiden Joko Widodo membuat berbagai program pembagunan untuk menata agar kunjungan wisata di lima kawasan super prioritas tersebut. “Termasuk selama masa pandemi covid-19 ini, dengan memberikan bantuan-bantuan kepada para pelaku pariwisata. Membangkitkan ekonomi dan mengembalikan semangat para pekerja, pengusaha termasuk pengusaha pariwisata yang sangat terpukul sejak awal Covid-19. Mereka ini yang terpukul lebih dulu dibandingkan dengan sektor yang lain. Program ini adalah untuk membangkitkan ekonomi masyarakat,” kata Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziah saat melakukan roadshow ke Kabupaten Magelang, Selasa (01/09/2020).

Borobudur, kata Ida, akan jadi kiblat pengembangan pariwisata di Indonesia. “Bersyukur yang ada di Kabupaten Magelang, memiliki Borobudur yang luar biasa. Saya lewat sini berkali-kali tidak pernah bosan dan tak jemu mengagumi keindahan yang luar biasa ini berkah dan karunia dari Alloh SWT yang tidak semua daerah memiliki karunia ini,” katanya.

Menurut Menaker, tinggal bagaimana sektor pariwisata di kawasan Borobudur memberikan dampak bagi kesejahtaraan masyarakat sekitar. “Pelaku wisata harus didorong, momentum konsentrasi pemerintah menjadikan Borobudur jadi destinasi untuk mengembangkan banyak hal, yang harus dipikirkan bersama,” tandasnya.

Menaker menambahkan, Kementerian Ketenagakerjaan siap bersama-sama masyarakat sekitar Borobudur dan Magelang pada umumnya, untuk mengembangkan SDM. Pihaknya punya Balai Latihan Kerja, yang bisa digunakan untuk meng-upgrade kapasitas sumber daya manusia.

“Tadi saya lihat pelaku UMKM yang mengikuti lomba memasak masakan tradisional, bahkan ada calon peserta yang akan maju ke ajang internasional. Kami ingin bagaimana merubah makanan tradisional naik kelas, rasanya bisa dinikmati wisatawan asing maupun lokal. Borobudur akan dikunjungi wisatawan mancanegara, maka masyarakat sudah siap disemua sektor,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Menaker mengingatkan agar protokol kesehatan harus secara konsisten dilakukan. Masker tidak boleh lepas, jaga jarak, handsanitizer dan sering cuci tangan. “Kalau dimulai kembali kehidupan ekonomi, masyarakat harus siap dengan protokol kesehatan. Kalau ada yang mengingatkan tidak boleh marah dan sakit hati karena untuk menjaga kita semua,” tegasnya.

Sementara itu, Menaker berkesempatan memberikan hadiah kepada pemenang kompetisi lomba memasak masakan tradisional, antara lain kepada Khoirur Rozikin Juara III, Sari Wahyuningsih (II) dan Tri Endarwati juara I. Adapunkriteria penilaian antara lain, teknik pengolahan, penggunaan bahan baku, kebersihan area kerja, komposisi warna dan makanan, harmonisasi, porsi makanan dan ketepatan waktu. Namun yang tidak kalah penting adalah penampilan makanan.

“Ini yang kadang kita abaikan, padahal penampilan penting, dimulai dari penampilan agar orang tertarik baru rasanya,” pungkasnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI