Menteri Bintang Pastikan Kebutuhan Pengungsi Merapi Terpenuhi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawanti Puspayoga mengunjungi para pengungsi erupsi gunung Merapi di Barak Pengungsian Purwobinangun, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Di antara mereka terdapat 136 perempuan dan anak korban terdampak bencana.

Menteri Bintang juga memastikan pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak, serta kebutuhan spesifik perempuan dan anak terdampak bencana terpenuhi selama di pengungsian (9/2).

“Kehadiran kami di sini ingin mengetahui dan memastikan pendampingan yang diberikan daerah serta memastikan perempuan dan anak terdampak bencana merasa aman dan nyaman selama di pengungsian, terutama di Pos Ramah Perempuan dan Anak (PRPA). Selama mengungsi di sini, anak-anak tetap memperoleh proses belajar mengajar dan mereka dapat memanfaatkan waktu luangnya dengan bermain, serta diisi dengan kegiatan-kegiatan yang positif, inovatif, dan kreatif. Meski di pengungsian, anak-anak tetap harus belajar,” tutur Menteri Bintang yang didampingi Istri Wakil Gubernur DIY, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAy) Adipati Paku Alam X, dan Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kemen PPPA, Lenny N. Rosalin.

Apresiasi dan rasa terima kasih disampaikan Bintang kepada Pemda Provinsi DIY dan Pemda Kabupaten Sleman, serta dedikasi para relawan yang telah memberikan dukungan dan pendampingan, sehingga para perempuan dan anak terdampak bencana merasa nyaman di pengungsian.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengatakan selama mengungsi di sini perempuan dan anak terdampak bencana merasa senang. Ia juga mengimbau agar para warga kembali ke rumah masing-masing dengan tenang, namun tetap waspada dan siaga.

“Para pengungsi merasa senang selama berada di barak pengungsian. Hari ini, kita akan pulang ke rumah masing-masing. Silahkan pulang dengan rasa nyaman, tidak usah takut, karena masih terus kami kawal. Jika saat malam anda merasa takut, boleh mengunjungi SD Sanjaya Tritis sebagai titik kumpul jika terjadi bencana. Lalu jangan lupa agar Tas Siaga selalu berada di dekat kita. Tas Siaga sangat penting karena kita tidak akan pernah tahu kapan bencana akan terjadi. Namun, harap Tas Siaga tersebut dibuka ketika benar-benar ada arahan dari pemda setempat. Semuanya bisa menjalankan perannya masing-masing seperti semula namun harus siap, siaga, dan waspada,” Pesan Sri Muslimatun.

Dalam kunjungannya, Menteri Bintang menyerahkan beberapa paket buku cerita anak, buku tulis, permainan edukasi anak serta paket pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak. Paket tersebut diantaranya susu anak di atas usia 2 tahun, diapers, sereal, biskuit, dan vitamin (untuk anak), serta samphoo (untuk perempuan).

Di PRPA Barak Purwobinangun juga hadir konselor Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) baik pusat dan daerah untuk memberikan dukungan psikososial bagi para pengungsi, dan juga Forum Anak Provinsi DIY dan Forum Anak Kabupaten Sleman. (*-2)

BERITA REKOMENDASI