‘Migunani Tumraping Liyan’ Panggilan Kemanusiaan

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Pendirian shelter Covid-19 Univesitas Ahmad Dahlan (UAD) ternyata tidak ukup. Masih ada sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus secepatnya dicarikan solusi, yakni kecepatan mobilitas menangani bencana apapun, termasuk Covid-19.

Hal itu dikatakan Rektor UAD, Dr Muchlas MT saat Penanandatangan Memorandum of Understanding (MoU) UAD dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah di kampus 4 UAD, Ringroad Selatan Bantul, Jumat (19/02/2021) sore. Dalam kesempatan Rektor UAD menyerahkan mobil operasional bencana diterima Budi Setiawan ST (Ketua MDMC).

Menurut Muchlas, bencana bisa datang kapan saja. “Itu artinya dibutuhkan kecepatan mobilitas agar cepat tertangani dan dibantu,” ucapnya.

Ditegaskan, ada 3 nilai UAD yang terus diaktualisasikan dan diimplementasikan dalam bentuk perbuatan atau perilaku yakni Berkemajuan, Sinergi dan Ta’awun (BeST). “Ta’awun yaitu suka membantu, tolong menolong, membantu dalam kebaikan,” ujarnya.

Dalam pengamatan Muchlas, soal bencana selain mobilitas, masyarakat perlu diedukasi, mitigasi dan recovery. “Bencana apapun perlu ditangani dan dicarikan solusi,” ucapnya.

Selain itu, kerja menangani dampak bencana perlu sinergi, berkelanjutan dan tuntas. “Bukan hanya semangat diawal dan tidak berkelanjutan sampai akhir,” tandasnya.

Penanganan dampak bencana apapun, pada akhirmya soal panggilan kemanusiaan dan semua didasari ketulusan. “Minggunani tumraping liyan itu panggilan kemanusiaan,” ujarnya bersemangat.

Ditambahkan Muchlas, ‘Migunani Tumraping Liyan’ bentuk pengabdian tak terbatas kepada semua lapisan masyarakat. Sebagaimana menangani bencana itu tak mengenal waktu, bencana datang silih berganti.

“Bencana satu ditangani selesai, bencana lain datang. Masyarakat dikepung bencana, seperti ungkapan Ring of Fire,&quot,” tandasnya. (Jay)

UAD

BERITA REKOMENDASI