Modernisasi Sistem Transaksi di Jalan Tol, Tahun 2022 Diberlakukan Transaksi Nirsentuh

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA com – Teknologi dan pelayanan jalan tol akan terus ditingkatkan. Sejak tahun 1978 sampai sekarang telah terjadi proses revolusi pelayananan jalan tol, khususnya sistem transaksi.

“Mulai transaksi manual, pembayaran nontunai dan mulai tahun 2022 akan diterapkan sistem pembayaran nirsentuh atau nonsentuh,” kata Prof Dr Danang Parikesit, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR dalam Diskusi Publik ‘Reformaso Sistem Transaksi Tol sebagai Upaya Meningkatkan Pelayanan Kepada Pelanggan’.

Kegiatan tertersebut diselenggarakan INSTRAN – Institut Studi Transportasi bekerjasama dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Ki Darmaningtyas, Ketua INSTRAN, Jumat (10/09/2021) kepada KRJOGJA.com menyebutkan, Diskusi publik secara online tersebut dihadirkan pula sebagai narasumber Resdiansyah PhD (Vice President of Standardization and Monitoring Evaluation Intelgent Transportion Syestem /ITS Indonesia), Kris Ade Sudiyono (Sekjen Asosiasi Jalan Tol Indonedisia/ATI), Apep M Komarna, Sudaryatmo (Aktivis Yayasan Lembaga Konsumen/YLKI).

Menurut Danang Parikesit, secara bertahap, sistem transaksi di jalan tol akan bermigrasi menggunakan sistem nonsentuh, yakni sistem bayar tol tanpa henti atau sering disebut Multi Lane Free Flow (MLFF). “Pembayar tol tak perlu topping, bahkan cukup melintas dan transaksi bisa dilakukan dengan sistem nonsentuh,” kata Danang Parikesit.

Ditegaskan, sistem ini diharapkan bisa meningkatkan pelayanan, menghindari antrean khusudnya di gerbang tol dan peningkatan di jalan tol. Sistem transaksi nonsentuh akan diberlakukan bertahap tahun 2022 di beberapa ruas tol, khususnya di Jabodetabek.

Sedangkan Kris Ade Sudiyono mengatakan, komitmen yang digelorakan Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) terus berkontribusi pada penyediaan infrastruktur jalan tol berkelanjutan. Aktualisasinya adalah proses konstruksi pembangunan jalan tol terus berjalan dan layanan berkelanjutan jalan tol yang semakin meningkat di lapangan.

“ATI menyambut baik sinergi dan berbagai inisiatif strategik yang digulirkan pemerintah. Termasuk yang terkait dengan modernisasi pengelolaan bisnis jalan tol, baik berupa penerapan teknologi perencanaan dan teknis konstruksi, teknologi transaksi tol, teknologi manajemen lalulintas, maupun teknologi pemeliharaan dan asset management,” kata Krist Ade Sudiyono, Sekjen ATI.

Kris Ade Sudiyono mengamati, kondisi pandemi yang menerpa selama 2 tahun ini, tidak mensurutkan komitmen ATI untuk menjadi bagian anak bangsa memberikan solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa ini. “Termasuk dalam hal modernisasi dan penerapan teknologi di bisnis jalan tol ini, yang justru terakselerasi kebutuhan pemenuhan,” ujarnya.

Salah satu inisiatif stratejik yang saat ini sedang terus dikoordinasikan dengan pemerintah adalah penerapan teknologi transaksi tol berbasis multilane freeflow (MLFF). Seperti sudah diketahui, pemerintah melalui Kementrian PUPR sudah menetapkan GNSS dan Roatex International sebagai solusi teknologi dan strategic partner penerapan teknologi transaksi tol nir-henti atau nonsentuh ini.

Mengingat solusi teknologi ini adalah sangat strategik bagi sustainability bisnis jalan tol, tentu persiapan dan pelaksanaannya perlu dirumuskan secara baik, cermat, matang, dalam waktu yang cukup, dan mengakomodasikan pertimbangan dan concerns dari semua pihak yang berkepentingan. (Jay)

BERITA REKOMENDASI