‘Nitizen Fair 2021’ Menarik Perhatian Milenial

Editor: Agus Sigit

SEMARANG , KRjogja.com – Gelaran Nitizen Fair oleh Kementrian Kominfo mendapat perhatian dari generasi milineal Semarang dan sekitarnya. pada kegiatan yang digelar 2 hari, Selasa (23/11) dan Rabu (24/11) sekitar 500 kaum milenial mengikuti acara dengan seksama.

Raisa (20) mahasiswi Perguruan Tinggi Negeri di Semarang di sela kegiatan Rabu (24/11) mengaku senang mengikuti kegiatan yang digagas dan diselenggarakan Kementrian Kominfo. “saya jadi paham tentang bagimana pemanfaatan media sosial. Ternyata ada banyak hal yang diperhatikan, termasuk ada etikanya agar kita tidak melanggar hukum dan melanggar hak-hak publik ,maupun pribadi,” ungkap Raisa.

Hal sama juga diungkapkan Devi (24), ternyata penguasaan media sosial secara tepat dan benar justru menurut Devi bisa untuk mendukung pengembangan berbagai sektor, ternyata industri kreatif kaum milenial.

Wakil Walikota Semarang, Hj Ir Hevearita G Gunaryanti MSos yang hadir di tengah ratusan kaum milenial merasa bangga dan senang menyaksukan antusiasme warga Semarang yang menghadiri gelaran Nitizen Fair 2021. Dirinya berharap agar generasi milenial makin cakap dan cerdas bisa memanfaatkan Media Sosial untuk mengaktualisasikan diri, bukan justru untuk hal-hal yang bersifat merugikan orang lain bahkan diri sendiri.

Mbak Ita, panggilan akrab Hevearita membenarkan bahwa sekarang ada istilah “Jarimu adalah Harimaumu. “Akibat minimnya literasi tentang pemanfaatan dan penggunaan media sosial, jari kita bisa menjadi harimau yang menerkam diri sendiri. Apalagi sekarang sudah ada UU ITE, kalau tidak paham bisa masuk dalam pelanggaran undang-undah dan bisa berbuntut pidana,” ujar Ita.

Karenanya, mBak Ita sangat mendukung literasi tentang pemanfaatan media sosial perlu terus dilakukan untuk mencerdaskan generasi milenial yang pasti akan berkubang dalam teknologi dunia maya yang semakin berkembang.

Kepala Diskominfo Kota Semarang Dr Bambang Pramusito SH SIP MSi selaku salah satu pembicara memandang perlunya literasi digital bagi generasi milenial agar semakin bijak dalam mengelola dunia digital.”TIK bisa jadi Core Bisnis dan menjadi faktor pembantu untuk mendapatkan dan mengelola informasi. Namun bila salah kelola bisa menjadi faktor pembunuh karakter. Selain itu, kegagapan dalam pengetahuan digital, bisa saja memudahkan kita semua sebagai korban cybercrime. Kita mudah digiring melalui pesan-pesan digital yang mengarahkan pada kita sebagai korban kriminalisasi mereka,” ungkap Bambang.

Oleh karena itu Bambang berharap generasi milenial juga paham tentang Teknologi Keamanan Informasi. Dia berharap UU Perlindungan Data Pribadi yang kini sedang digodog segera selesai sehingga bisa melindungi masyarakat dari kejahatan digital, terutama peretasan. (*)

BERITA REKOMENDASI