Obat Herbal Harus Segera Masuk JKN

JAKARTA.KRJOGJA.com – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menyatakan, kebutuhan impor bahan baku untuk obat nasional secara bertahap harus diturunkan. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mengembangkan kemandirian Obat Modern Asli Indonesia (OMAI).

Sampai saat ini porsi pemanfaatan OMAI di industri kesehatan dalam negeri masih sangat kecil, sehingga kalah bersaing dengan penggunaan obat kimia yang terus meningkat dari tahun ke tahun”Padahal kehadiran OMAI dapat memberikan banyak manfaat. Di antaranya memiliki efek samping yang lebih kecil dibandingkan dengan obat kimia, bahannya relatif mudah ditemukan di negeri sendiri,” kata Bambang Brodjonegoro dalam diskusi webinar bertema “Pengembangan OMAI untuk Kemandirian Obat Nasional” di Jakarta, Jumat (06/11/2020).

Menurut Bambang Brodjonegoro, agar OMAI bisa berkembang dan memenuhi kebutuhan bahan baku kesehatan di Tanah Air, diperlukan keberpihakan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan ketegasan prioritas obat yang basisnya ada di negara kita sendiri.

Keberpihakan Kemenkes bisa diwujudkan dengan segera merevisi aturan Permenkes No 54 Tahun 2018 yang belum memasukkan OMAI atau fitoformaka sebagai obat rujukan dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Indonesia. “Kalau masuk JKN, saya yakin ini akan berkembang dan banyak pihak yang akan melakukan riset,” kata Bambang.

BERITA REKOMENDASI