Omnibus Law KUMKM Sederhanakan Birokrasi

JAKARTA, KRJOGJA.com – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan, pembahasan Omnibus Law terkait koperasi dan UMKM untuk memastikan segala regulasi yang menghambat tumbuh kembangnya koperasi dan UMKM ditiadakan. Ia menginginkan agar entitas koperasi dan UMKM mendapatkan keadilan, perlindungan dan kemudahan berusaha.

“Melalui Omnibus Law diharapkan koperasi dan UMKM akan menjadi motor penggerak pertt ekonomi yang berkeadilan dan terciptanya pemerataan kesejahteraan masyarakat,” tandas Teten, di Jakarta, Senin (9/3).

“Standing point saya jelas. Memastikan seluruh kepentingan pelaku Koperasi dan UMKM diperlakukan secara adil, diberikan kemudahan dalam berusaha dan tidak ada kebijakan yang dipersulit,” imbuhnya.

Dia menyontohkan Omnibus Law mengatur agar investasi juga masuk ke sektor UMKM melalui kemitraan. Sehingga usaha besar tidak menggilas usaha UMKM dan dapat bersinergi yang saling menguntungkan sekaligus meningkatkan daya saing UMKM.

Teten menuturkan, melalui Omnibus Law dirancang aturan agar koperasi berkembang lebih cepat dan lebih dinamis beradaptasi dengan perkembangan zaman. Koperasi dimungkinkan untuk menjalankan usaha diberbagai sektor.

Menurutnya, penciptaan lapangan kerja yang dilakukan melalui pengaturan terkait dengan kemudahan, pemberdayaan dan perlindungan UMKM paling sedikit memuat pengaturan mengenai kriteria, basis data tunggal dan pengelolaan terpadu UMKM. Selain itu juga ada kemudahan perizinan berusaha, kemitraan, insentif dan pembiayaan UMKM.
Semua hambatan yang dialami oleh KUKM tersebut akan mendapat terobosan dalam Omnibus Law. Terobosan terkait yang dibahas dalam Omnibus Law adalah memudahkan perizinan bagi UMKM.

“Poin ini menyangkut kegiatan UMKM yang berdampak lingkungan akan dibantu pemerintah pusat dan daerah untuk menyusun AMDAL. Selain itu, kemudahan mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB), merupakan perizinan tunggal yang berlaku bagi semua kegiatan usaha yang terdiri dari perizinan usaha, izin edar, SNI dan sertifikasi jaminan produk halal,” papar Teten. (Ogi)

BERITA REKOMENDASI