Pabrik Aqua Klaten Gunakan Solar Panel

JAKARTA (KR) – PT Tirta Investama Danone Aqua Klaten Jawa Tengah menjadi pabrik pertama dan terbesar yang memakai solar panel oleh industri untuk pemakaian mandiri di Indonesia dari  pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Rooftop atau atap.  Adapun listrik yang dihasilkan dari PLTS Rooftop  sebanyak 4 gigawatt hour (GWh) per tahun dengan kapasitas 2.912 KWpb atau kilowatt peak.

“ PT Tirta Investama Danone Aqua Klaten Jawa Tengah menjadi pabrik pertama dan terbesar yang memakai pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Jawa Tengah.  Adapun listrik yang dihasilkan dari PLTS Rooftop ini mencapai 2,9 MW. Dengan pencapaian listrik tersebut, selain mendukung  pemerintah untuk pemanfaatan dan  penggunaan energi baru dan terbarukan ( EBT),” kata  Vice President of General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh, pada acara  Peresmian Pemanfaatan PLTS Rooftop  PT Tirta Investama Danone Aqua Klaten Jawa Tengah, secara virtual, dari Klaten , Jawa Tengah, Selasa (6/10).

Dengan PLTS Atap ini dibangun dari 8.340 modul panel surya di 4 gedung pabrik Aqua di Klaten seluas 16.550 meter persegi, selain menghasilkan  listrik juga mendukung  pemerintah untuk pemanfaatan dan  penggunaan energi baru dan terbarukan ( EBT) dan juga mengurangi emisi karbon serta ,

Dikatakan, dengan pemakaian tenaga surya ini, maka PT Tirta Investama  juga mengurasi emisi karbon, sehingga dengan penggunaan panel surya ini  bisa menghasilkan   314 ton CO2  atau setara dengan 29,776  pohon.

Untuk itu, tambahnya,  diperlukan edukasi kepada pelaku usaha untuk meningkatkan pemahaman terdapat EBTagar menjadi solusi untuk mengurangi emisi karbon dan juga perubahan iklim.

 Seperti diketahui pemerintah Indonesia terus berupaya melaksanakan percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) agar dapat mencapai target 23 persen energi baru terbarukan (EBT) pada bauran energi nasional tahun 2025  menjadi 31 persen.

Dijelaskan,   Danone Indonesian yang merupakan produsen minuman dalam kemasan  Aqua ini berencana, dari 22 pabrik Aqua  yang tersebar di beberapa kota di Indonesia ini akan memakai panel surya.

Dijelaskan Danone Indonesia telah memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap sejak tahun 2017 di Pabrik Danone-AQUA Ciherang, Jawa Barat (kapasitas 770 KWp), Pabrik Banyuwangi, Jawa Timur (kapasitas 378 KWp), dan instalasi terbaru di Pabrik Danone-AQUA Klaten Jawa Tengah (kapasitas 2912 KWp). PLTS atap di Pabrik Danone-AQUA Klaten ini merupakan solar panel terbesar oleh industri untuk pemakaian mandiri di Indonesia

“Sebagai bentuk partisipasi dalam mengurangi dampak perubahan iklim serta mendukung target pemerintah Indonesia terkait penggunaan listrik yang bersumber dari energi terbarukan, Danone Indonesia telah menyatakan komitmennya untuk menggunakan teknologi solar panel dengan total kapasitas sebesar 5674 KWp di tahun 2020 dan terus berupaya meningkatkan kapasitas tersebut kedepannya “ katanya.

 Tahun 2021 nanti, Danone-AQUA menargetkan mampu menambah kapasitas PLTS Atap sebanyak 3.900 KWp yang dibangun di 6 pabrik Aqua, salah satunya terletak di pabrik Aqua Mekarsari dengan kapasitas 2.112 kWp. Sedangkan pada tahun 2022 mendatang, Danone-AQUA menargetkan terdapat 7 pabrik Aqua yang memiliki PLTS Atap dengan total kapasitas 5.474 kWp.

“Kami berharap ke depan bisa mendapat insentif, termasuk juga pelaku industri lainnya, untuk mempercepat penggunaan energi terbarukan,” kata Vera.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan,  Jawa Tengah memiliki  potensi energi matahari yang cukup besar, namun potensi tersebut belum banyak dimanfaatkan oleh perusahaan.

“ Panas sangat banyak di Jawa Tengah, tapi belum  banyak yang memanfaatkannya, unyuk tenaga surya,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Jawa Tengah merupakan provinsi dengan potensi energi surya rata-rata 4,05 kWh/kWp/hari, di atas rata-rata Indonesia (3,75 kWh/kWp/hari). Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencapai target energi terbarukan daerah sebesar 11,6 persen (dari bauran energi) pada tahun 2020.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, berkolaborasi dengan Institute for Essential Services Reform (IESR), melalui inisiatif keberlanjutan Jateng Solar Province, telah mendeklarasikan diri untuk menjadi provinsi surya pertama di Indonesia. (Lmg)

BERITA REKOMENDASI