Patuhi Prokes untuk Cegah Penularan Covid

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Masyarakat Bantul diimbau tetap mencegah munculnya wabah demam berdarah, dengan rajin melalukan Jumantik dan PSN. Tetapi juga jangan lengah terhadap penularan Covid- 19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

Kabid Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes,) Bantul, dr Sri Wahyu Joko Rabu (23/02/2022) menjelaskan, selama pandemi Covid – 19 Dinkes Bantul dan masyarakat tidak mengabaikan terhadap ancaman wabah deman berdarah (DB) yang ditularkan lewat nyamuk aedes aegypti pembawa virus dengue, dengan tetap menggalakkan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Menurut dr Sri Wahyu, hingga memasuki bulan Februari 2022, ada 177 kasus DB yang terlaporkan berdasarkan diaknosis di rumah sakit. “Termasuk yang opname di rumah sakit luar Bantul juga dilaporkan menurut alamatnya, ” ungkap dr Sri Wahyu.

Untuk menekan angka kasus DB , Dinkes juga membuat terobosan dengan menindak lanjuti hasil penelitian dari UGM kerjasama dengan akademis di Australia menerapkan teknologi terapan yang menjadikan virus dengue tidak bisa ditularkan. Sementara terkait dengan penularan Covid di Bantul yang dicatat mulai Januari hingga Februari 2022 sudah lebih dari 2.000 yang terpapar dan sekitar 70 persen dari varian Omicron.

Terpisah menurut Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih, dengan meningkatnya angka penularan Covid , sekarang shelter- shelter di Bantul dibuka lagi. Tetapi tingkat huniannya lebih rendah, karena yang terpapar lebih memilih karantina di rumah masing- masing atau isolasi mandiri. “Karena varian omicron ini tidak seganas varian Delta sehingga yang terpapar memilih isolasi mandiri di rumah,” ungkap Bupati Bantul.

Tetapi sebenarnya pemerintah lebih mengajurkan untuk isolasi di shelter, karena kalau isolasi di rumah bisa rentan penularan. Untuk itu Bupati Bantul minta kepada warga untuk tetap mematuhi prokes dan mau divaksin untuk menambah kekebalan, karena jumlah warga yang terpapar 55 persen belum divaksin. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI