Pembukaan Sleman Gumyak Diganjar Rekor MURI, Ini Sebabnya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman atau dalam hal ini Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menggelar Sleman Gumyak mulai tanggal 6 sampai 8 Maret 2020 bertempat di Wisdom Park Kampus UGM. Acara yang secara resmi dibuka oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo, pada hari Sabtu (7/3) tersebut dimeriahkan oleh penampilan 309 penari Wanara Turun Gunung yang juga berhasil meraih rekor MURI.

Sri Purnomo menyebutkan kegiatan ini ditujukan sebagai upaya Pemkab Sleman dalam mempromosikan potensi pariwisata di Kabupaten Sleman yang meliputi sektor budaya, industri, pertanian dan investasi. Selain itu, diharapkan para pelaku industri dan UKM dapat terus berinovasi dan mengembangkan produknya sehingga dapat menarik minat pasar yang lebih luas.

“Acara ini juga merupakan upaya Pemkab Sleman untuk mendongkrak kunjungan pariwisata di masa low session seperti sekarang ini”, tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sudarningsih, mejelaskan bahwa acara pembukaan Sleman Gumyak dimeriahkan dengan pawai budaya yang diikuti oleh 17 grup kesenian dengan jumlah peserta sebanyak 2200 seniman. Selanjutnya Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman bersama dengan Badan Promosi Pariwisata Kabupaten Sleman juga berhasil meraih rekor MURI, yakni penampilan 309 penari Wanara Turun Gunung.

“Rekor MURI juga diberikan untuk penampilan seni jathilan selama 56 jam secara estafet sejak Jumat tanggal 6 Maret pukul 07.30 WIB hingga Minggu tanggal 8 Maret pada pukul 17.00 WIB. Rekor ini mengalahkan Kabupaten Temanggung yakni 48 jam”, jelasnya.

Ia juga menyebutkan beberapa kegiatan turut digelar untuk memeriahkan Sleman Gumyak ini di antaranya pameran UMKM, Festival Kuliner, cooking competition, penampilan kesenian, bussines matching, lomba foto, lomba mewarnai dan penampilan seni budaya dari mahasiswa UGM. (*)

BERITA TERKAIT