Pengabmas Unimus ‘Ramah ODHA’ di Kudus

TIM dosen dan mahasiswa Program Studi Keperawatan, Teknologi Pangan, Manajemen dan Statistika Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) tahun ini berhasil mendapatkan hibah multi tahun (proyeksi 2020-2022) dari Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) berupa program pemberdayaan masyarakat unggulan perguruan Tinggi (PPMUPT).

Meskipun di tengah masa pandemi Covid-19, tim PPMUPT Unimus ini menegaskan tetap berkomitmen melaksanakan program pengabdian masyarakat dengan mematuhi regulasi penanganan dan protokol pencegahan penularan Covid-19. Program ini bertujuan menangani permasalahan-permasalahan prioritas yaitu kesehatan, sosial budaya dan ekonomi yang dialami penderita HIV/AIDS bersama mitra UMKM “Gemah Ripah” dan Kelompok Dukungan Sebayq (KDS) ‘Kasih’ di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Desa Kandangmas merupakan desa terluas di Kabupaten Kudus, terletak di bagian timur kecamatan Dawe, Kudus, dengan luas wilayah 23.884 ha.

“Banyak potensi dimiliki desa ini, termasuk adanya bangunan proyek wisata air dan waduk (embung) Kandangmas yang oleh masyarakat setempat menyebutnya “Bendungan Logung” dengan luas 98 hektar. Mayoritas pekerjaan warga sebagai petani dan karyawan swasta di pabrik. Selain itu juga banyak yang “boro” menjadi buruh bangunan ke luar kota atau tenaga kerja wanita (TKW) ke luar negeri” ujar ketua tim Ns Ernawati SKp MKes (dosen S1 Keperawatan Fikkes Unimus) bersama 3 anggota (Dr Siti Aminah MSi, Nurhayati SE MM dan Drs Akhmad Fathurohman MKom).

Namun sejumlah permasalahan muncul di desa ini, seperti kelompok migran “boro” yang termasuk kelompok rentang risiko HIV/AIDS. Apabila tidak ada upaya promotif dan preventif pada perilaku seksual tidak aman ini maka kasus baru penyakit menular seksual terutama HIV/AIDS akan semakin meningkat. Akhir tahun 2019, ada sekitar 100 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dampingan KDS “Kasih” di Kecamatan Dawe dan Desa Kandangmas, proporsi terbanyak di antara desa lainnya. Sifat virus HIV merusak kekebalan tubuh penderita sehingga morbiditas dan mortalitas penyakitini sangat tinggi. Merekapun membutuhkan biaya hidup lebih banyak untuk menjaga kualitas kesehatan, perawatan dan nutrisi yang cukup. Kondisi ini diperparah lagi dengan adanya stigma negatif pada para penderita.

BERITA REKOMENDASI