Penimbun Minyak Goreng Bakal Diproses Hukum

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Polda DIY melakukan pemantauan di sejumlah titik terkait kelangkaan minyak goreng di pasaran. Tindakan tegas, akan dilakukan jika ditemukan pelaku usaha yang terbukti melakukan penimbunan. Ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara atau denda Rp 50 miliar pun, menanti para penimbun minyak goreng.

“Menyikapi kelangkaan minyak goreng di pasaran, Polda DIY dalam hal ini petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus, telah melakukan pengecekan. Hari ini, pengecekan dilakukan di empat titik lokasi yang menjadi gudang distributor minyak goreng di sejumlah wilayah di DIY,” ungkap Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto SIK MSi, Sabtu (19/02/2022).

Dari pantauan sementara, belum ditemukan adanya penimbunan minyak goreng di wilayah hukum Polda DIY. Kelangkaan minyak goreng di pasaran, sejauh ini dikarenakan belum ada pengiriman dari pusat. Kepolisian, lanjut Yuliyanto, akan terus melakukan pemantauan di tempat-tempat yang diduga dijadikan lokasi penimbunan.

Kabid Humas juga mendorong agar Polres dan Polresta jajaran, melakukan pemantauan serupa di wilayah hukum masing-masing. Perwira dengan tiga Melati di pundak itu, menegaskan bahwa tindakan hukum akan diambil bagi para penimbun.

Jika terbukti melakukan penimbunan, penyidik akan menjerat dengan Pasal 107 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Pasal tersebut, mengatur perihal pelaku usaha yang menyimpan bahan kebutuhan pokok atau barang penting dalam waktu tertentu saat terjadi kelangkaan barang. Ancaman hukuman berupa penjara maksimal 5 tahun atau denda Rp 50 miliar, menanti para penimbun.

Kabid Humas juga mengimbau, agar masyarkat melapor jika mengetahui hal-hal mencurigakan terkait kelangkaan minyak goreng. “Jika masyarakat mengetahui adanya penimbunan minyak goreng, segera melapor. Identitas pelapor pasti akan kami amankan,” pungkasnya. (Ayu)

BERITA REKOMENDASI