Penjualan Larutan EPO Daewoong Infion Tembus Rp100 Miliar

Tak hanya melakukan produksi secara langsung di Indonesia, Daewoong Infion juga mengembangkan produk yang cocok untuk pasar dalam negeri dengan mempekerjakan talenta lokal dan mendirikan lembaga pengembangan bio research. Mengingat Indonesia adalah salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Daewoong Infion juga telah menerima sertifikasi halal dari LPPOM MUI pada Januari 2020 yang merupakan langkah awal untuk masuk ke pasar Indonesia dan Timur Tengah.

Selain itu, Daewoong Infion mendorong strategi reverse innovation dengan cara mengekspor larutan EPO kembali ke Korea, yang mana sebagai negara maju dibidang farmasi. Daewoong Infion memproduksi EPO dalam bentuk larutan dan produk jadi dan menjualnya di Indonesia, sedangkan Daewoong Pharmaceutical Korea mengimpor larutan EPO tersebut dari Indonesia ke Korea yang kemudian akan diproses untuk menghasilkan produk jadi. Daewoong Pharmaceutical Korea mengekspor EPO dalam bentuk produk jadi ke Korea termasuk enam negara asing lainnya (Filipina, Thailand, Vietnam, Myanmar, Irak, dan Mongolia).

“Selain memasok obat-obatan, Daewoong Infion juga telah secara aktif melakukan kerjasama penelitian produk obat biomedis baru dan uji klinis melalui kerjasama terbuka dengan UI, ITB, universitas besar lainnya, dan juga lembaga penelitian,” ujar Chang-woo Suh, Presiden Direktur, Daewoong Infion. “Kami berencana untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia dengan menghasilkan produk biofarmasi yang cocok untuk pasar dalam negeri, berkualitas, aman, dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Selain memproduksi erythropoietin (EPO), Daewoong Infion juga berupaya menyediakan produk biofarmasi berkualitas tinggi lainnya bagi masyarakat Indonesia seperti EGF (Epidermal Growth Factor) dan obat hormon pertumbuhan (growth hormone medicine). Sebagai pengakuan atas perusahaan, Daewoong Infion pada tahun 2017 dinobatkan sebagai ‘Perusahaan Biofarmasi Terbaik’ oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pada November di tahun yang sama, perusahaan juga memenangkan Minister’s Award dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes). (*)

BERITA REKOMENDASI