Permintaan BBM dan Elpiji non Subsidi di Temanggung Turun

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Terjadi penurunan antara 20 hingga 30 persen pada permintaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji non subsidi selama pandemi COVID-19 di wilayah Temanggung dan Wonosobo.

“Permintaan BBM rata-rata turun 30 persen untuk semua produk seperti pertalite, pertamax dan premium. Demikian juga pada permintaan gas elpiji nonsubsidi, ” kata Sales Brand Manager PT Pertamina wilayah Temanggung Wonosobo Muhammad Yoga Prabowo, Kamis (21/05/2020).

Dia mengatakan penurunan yang paling terasa adalah solar, yang berdasar catatan karena angkutan tidak banyak operasional selama pandemi COVID-19. Sedangkan untuk elpiji 3 kilogram permintaan masih konsisten, tetapi untuk elpiji nonsubsidi turun sekitar 20-30 persen.

Dia mengemukakan untuk wilayah Temanggung dan Wonosobo pada kondisi normal permintaan elpiji dalam satu hari sekitar 10 metrik ton, dan di Temanggung sudah pada kisaran 5 metrik ton dan penurunan permintaan dari harian tersebut. “Penurunan permintaan disebabkan UMKM, hotel, catering dan rumah makan tidak jalan,” katanya.

Dia menyampaian menghadapi Lebaran ini Pertamian sudah mengantisipasi adanya kenaikkan permintaan elpiji 3 kilogram dengan menyiapkan alokasi tambahan 3 persen dari alokasi harian.

Tetapi, katanya, untuk elpiji non subsidi karena kini ada penurunan permintaan sehingga jika nanti ada lonjakan signifikan masih aman. “Jelang Lebaran ini masih seperti di level hari biasa jadi masih bisa ditangani,” katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI