Positif Corona Terus Bertambah, Pemkab Bangun ‘Shelter’

KULONPROGO, KRJogja.com – Wakil Bupati (Wabup) menjabat Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana menegaskan, dua rumah sakit rujukan dan satu tempat isolasi bagi pasien terpapar virus Corona di kabupaten ini sudah penuh. Sehingga langkah yang akan ditempuh menginstruksikan pemerintah kapanewon sampai pemerintah kalurahan menyediakan shelter.

“Soal penuhnya ruang perawatan dan isolasi di rumah sakit rujukan, kami sedang koordinasikan dengan pemerintah di tingkat kapanewon ke bawah terkait penyediaan shelter. Fasilitas tersebut penting untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penderita Corona. Shelter hanya khusus untuk pasien yang tidak bergejala,” tegas Fajar, Senin (14/9).

Menurut mas wabup, penyediaan shelter sebagai tempat isolasi tidak bertentangan dengan regulasi. Keberadaan fasilitas dimaksud sangat membantu pasien yang tidak bisa menjalani isolasi mandiri di rumah, pascakeluar dari rumah sakit. Mengacu Peraturan Menteri Kesehatan Revisi ke lima tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, pasien yang sudah menjalani perawatan di rs selama 10 hari akan dipulangkan untuk isolasi mandiri. Tapi untuk menjalani isolasi mandiri terdapat sejumlah syarat, di antaranya ketersediaan kamar mandi dan kamar tidur terpisah dari anggota keluarga lain.

Pemkab melihat kebanyakan masyarakatnya belum bisa memenuhi syarat dimaksud . “Bagi penderita yang tidak memenuhi syarat isolasi mandiri bisa ditempatkan di shelter,” ujar politisi muda PDI Perjuangan itu.

BERITA REKOMENDASI