BRIN Ciptakan Ekosistem Riset Inovasi Penanganan Pandemi Covid-19

user
tomi 24 Mei 2021, 13:30 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Pandemi Covid-19 belum berakhir dan masih harus mendapatkan perhatian serius oleh seluruh masyarakat dunia.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kepala BRIN) Laksana Tri Handoko (LTH) menjelaskan pembentukan BRIN oleh Presiden pada 28 April 2021 lalu, memiliki tiga arahan utama pembentukan BRIN, yaitu sebagai konsolidasi sumber daya iptek, menciptakan ekosistem riset standar global terbuka dan kolaboratif, serta menciptakan fondasi ekonomi berbasis riset yang kuat dan berkesinambungan. Oleh karena itu LTH menyampaikan kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (Litbangjirap) harus dapat melahirkan invensi dan Inovasi untuk turut memberi solusi  penanggulan pandemi Covid-19.

“Selama satu tahun pandemi ini tentu memberikan pelajaran yang sangat banyak bagi kita semua, termasuk teman-teman di LPNK dan Perguruan Tinggi, bagaimana upaya kita selama ini melakukan hilirisasi. Kita harus fokus menciptakan ekosistem riset dan inovasi yang baik guna menjadi pondasi Indonesia maju,” ujar LTH saat hadir sebagai pembicara kunci pada webinar ‘Ekosistem Inovasi Teknologi Penanganan Covid-19 : Peta dan Upaya Penguatannya’ yang diselenggarakan secara daring oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Selanjutnya LTH menyampaikan bahwa riset dan pengembangan terkait vaksin dan alat deteksi Covid-19 masih akan menjadi fokus utama BRIN di tahun ini. Namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan untuk tetap mendukung penelitian potensial lainnya agar tetap berjalan. LTH berharap para peneliti dan perekayasa bisa bahu membahu untuk membantu dan mendukung upaya bersama upaya bersama penanganan Covid-19 di Indonesia.

"Pada tahun ini kita akan fokus pada vaksin serta alat deteksi _screening_. Ini masih dilanjutkan pada tahun ini. Presiden Jokowi sudah mengarahkan agar BRIN terus fokus mendukung pengembangan vaksin dari sisi riset. Dengan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) kita menginisiasi dan konsolidasi para periset kita,” jelas LTH.

Dalam rangka memperingati 113 tahun Kebangkitan Nasional dan memperingati satu tahun Presiden Jokowi meluncurkan produk-produk inovasi _Task Force_ Riset dan Inovasi Teknologi Penanggulangan Covid-19 (TFRIC-19) yang dimotori BPPT beserta mitra _penta helix_-nya, maka BPPT menyelenggarakan webinar bertajuk: “Ekosistem Inovasi Teknologi Penangangan Covid-19: Peta dan Upaya Penguatannya”.

Kepala BPPT Hammam Riza mengungkapkan pandemi Covid-19 mengakibatkan krisis kesehatan, pendidikan, serta ekonomi. Namun pandemi juga menjadi berkah dalam kemandirian pemulihan pasca pandemi Covid-19, yakni melalui percepatan ekosistem teknologi dalam negeri. Hammam berharap  seluruh pemangku kepentingan akan berkolaborasi membangun ekosistem inovasi dan terknologi untuk menjadi otak pemulihan ekonomi Indonesia pasca pandemi.

“Saya ingat seluruh LPNK itu berusaha merespon dengan menghadirkan berbagai produk inovasi karya anak bangsa dan secara khusus membentuk TFRIC untuk menghadirkan inovasi teknologi Covid-19.  Ekosistem inovasi ini merupakan wujud dari arahan presiden untuk menjadi otak pemulihan ekonomi," terang Hammam. (Ati)

Kredit

Bagikan