Program Tular Nalar, Kurikulum Solusi Berpikir Kritis

user
tomi 22 Desember 2020, 17:03 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Banyaknya informasi yang beredar di masyarakat tidak selalu menghadirkan hal-hal positif. Hoaks, provokasi, ujaran kebencian yang menimbulkan perpecahan banyak kita temui, belum lagi masalah penipuan, kejahatan siber, kebocoran data dan bentuk kriminalitas lainnya. Perkembangan teknologi yang tidak dibarengi dengan peningkatan literasi masyarakat dan daya berpikir kritis akan menghambat kemajuan di tengah kecanggihan teknologi.

Kurikulum di sekolah saja tidak cukup, dibutuhkan terobosan-terobosan baru untuk mengatasi deficit berpikir kritis di tengah masyarakat. Berdasar hal tersebut Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) bersama Maarif Institute dan Love Frankie dengan dukungan Google.org, bekerjasama membuat solusi untuk berpikir kritis program Tular Nalar. Program Tular Nalar menghadirkan kurikulum literasi media sebagai latihan-latihan berpikir kritis yang diwujudkan dalam berbagai sarana pembelajaran, mulai dari video, website, artikel rubrik, dan lain-lain. Melalui program ini kompetensi literasi media dapat diasah sesuai dengan konteksnya.

Tular Nalar diambil dari kata ‘Tular’ yang bermakna menjangkiti, atau menginfeksi dan Nalar yang berarti aktivitas berpikir. Dengan kata lain Tular Nalar bisa diartikan menularkan sesuatu yang baik. Bernalar kritis dalam keseharian dapat menghindarkan bencana darurat literasi.

Berdasar hal tersebut Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) bersama Maarif Institute dan Love Frankie dengan dukungan Google.org, bekerjasama membuat solusi untuk berpikir kritis program Tular Nalar. Program Tular Nalar menghadirkan kurikulum literasi media sebagai latihan-latihan berpikir kritis yang diwujudkan dalam berbagai sarana pembelajaran, mulai dari video, website, artikel rubrik, dan lain-lain. Melalui program ini kompetensi literasi media dapat diasah sesuai dengan konteksnya.

Untuk mengenalkan lebih lanjut kurikulum ini, Mafindo menggelar Webinar Zoom The Tular Nalar Show yang diselenggarakan pada hari Senin, 21 Desember 2020. Webinar ini menghadirkan pembicara Dr. Novi Kurnia, M.Si. Ketua Prodi Magister Ilmu Komunikasi Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, perwakilan fasilitator training Tular Nalar, dan dosen peserta kelas daring Tular Nalar yang siap mempraktikkan Tular Nalar.

Dalam pembukaan program Tular Nalar Taufiqurrahman, S.IP, MA, Ph.D Tim Asistensi Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah mengungkapkan di era saat ini kecerdasan digital merupakan fondasi yang kuat. ”Kita harus bersikap open mindness, karena kita menghadapi orang dengan latar belakang yang berbeda kita. Butuh kecerdasan emotional, keadaban aspek responsibilty, dan kecakapan digital. Kita harus aware aspek security dan aspek keamanan. Bagaimana memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif. Kita mengapresiasi program ini, semoga ini bisa menjadi sebah adaptsai kebiasaan baru,”tuturnya.

Kurikulum Tular Nalar terdiri dari 8 unit kompetensi, yaitu (1) Mengakses Informasi; (2) Mengelola Informasi; (3) Memproses Informasi; (4) Mendesain Informasi; (5) Berbagi Informasi; (6) Ketangguhan Diri; (7) Perlindungan Data; dan (8) Kolaborasi. Untuk menjadi insan melek digital, yang memiliki kemampuan berpikir kritis, terdapat 3 jenjang Tular Nalar yaitu TAHU, TANGGAP dan TANGGUH. (*)

Kredit

Bagikan