Stok Melimpah, Penjualan Hewan Kurban Malah Sepi

user
tomi 26 Juli 2020, 12:24 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com -Pedagang hewan kurban mengaku sepi pesanan sepekan menjelang Idul Adha. Kondisi tersebut terjadi kemungkinan karena faktor pandemi virus corona. Pedagang berharap masih ada peningkatan penjualan dalam beberapa hari kedepan.

Pedagang hewan kurban musiman di Desa Gentan, Kecamatan Baki, Suparno, Minggu (26/7) mengatakan, ada penurunan drastis penjualan hewan kurban pada Idul Adha tahun ini. Sebab sepekan menjelang penyembelihan pesanan yang datang masih sangat sedikit. Apabila tahun lalu mampu melayani pembeli sebanyak 15 ekor kambing, maka sekarang baru terjual empat ekor saja.

Suparno menjelaskan, empat ekor kambing yang terjual itupun masih dititipkan dan baru diantar ke pembeli sehari sebelum Idul Adha. Sistem tersebut sama seperti diterapkan pada Idul Adha tahun lalu.

“Total saya stok hewan kurban khususnya kambing sebanyak 30 ekor. Tapi baru terjual empat ekor itupun masih dititipkan disini. Jumlah penjualan turun drastis karena pandemi virus corona. Tahun lalu saja sepekan jelang Idul Adha sudah laku diatas 15 ekor kambing,” ujarnya.

Meski sepi, namun Suparno mengaku pasrah dan berharap masih ada peningkatan penjualan kambing beberapa kedepan hingga Idul Adha. Sebab waktu sepekan kedepan diharapkan bisa menambah jumlah kambing yang terjual.

“Sudah ada beberapa orang datang baru sekedar bertanya harga dan kondisi kambing untuk hewan kurban. Katanya mau datang lagi sehari jelang Idul Adha,” lanjutnya.

Penurunan pesanan kambing disaat pandemi virus corona sedikit berpengaruh pada harga hewan kurban. Sebab saat ini satu ekor kambing dihargai Rp 1,3 juta hingga tertinggi Rp 2,5 juta. Harga tersebut lebih murah mengingat stok kambing di pedagang dan peternak masih melimpah, sedangkan pembelian dari warga mengalami penurunan drastis.

Pedagang hewan kurban di Jalan Slamet Riyadi, Kartasura Widodo mengatakan, sebagai pedagang musiman hewan kurban melihat kondisi Idul Adha tahun ini sangat sepi. Sebab pembelian kambing ditempatnya sangat sedikit.

“Saya sudah buka lebih hampir dua pekan dan baru terjual tiga ekor saja, padahal tahun lalu bisa 10 ekor kambing,” ujarnya.

Widodo memperkirakan sepinya kondisi sekarang disebabkan karena faktor pandemi virus corona. “Dulu ada pelanggan tetap biasanya satu keluarga beli empat ekor kambing ditempat saya, sekarang hanya beli satu ekor saja,” lanjutnya. (Mam)

Credits

Bagikan