Menteri Sosial Rayakan 'Sehari Bersama 7000 Anak Indonesia'

user
tomi 23 Juli 2020, 17:11 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Indonesia menjamin pemenuhan hak anak secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Mensos Juliari P Batubara pada Puncak Peringatan Hari Anak Indonesia , secara virtual.Kamis (23/7 2020) menjelaskan Hari Anak Nasional (HAN) merupakan salah satu upaya untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh komponen bangsa Indonesia dalam menjamin pemenuhan hak anak secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Ujarnya.

Pandemik covid 19 tidak menyurutkan komitmen untuk tetap melaksanakan HAN tahun ini meskipun secara virtual. Tema nasional HAN Tahun 2020 adalah “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”. Sub tema yang diusung oleh Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak adalah; #StopKekerasan pada Anak”; “Pertemanan Positif dengan Teman Sebayai# dan #Anak Indonesia Sehat dan Gembira di Rumah#. Tegas Mensos.

Data hasil respon kasus Satuan Bakti Pekerja Sosial sampai dengan bulan Juni menunjukkan bahwa lima jenis kasus terbanyak yang dialami anak adalah anak berhadapan dengan hukum 3555 anak; anak korban kejahatan seksual 1433 anak; anak korban perlakuan salah dan penelantaran 766 anak, anak korban kekerasan fisik dan atau psikis 552 anak serta terdampak covid 19 sebanyak 638 anak.

Selain itu, di masa pandemik ini juga terdapat beberapa dampak negatif bagi anak antara lain kehilangan pengasuhan, mengalami kekerasan baik verbal maupun non verbal, berkurangnya kesempatan anak untuk bermain, belajar, dan berkreasi akibat diterapkannya kebijakan jaga jarak maupun belajar di rumah.

Kasus-kasus tersebut menggambarkan perlunya upaya yang terintegrasi untuk melindungi anak. Kementerian Sosial melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak, telah melakukan berbagai upaya rehabilitasi sosial melalui keluarga, komunitas dan residensial. Upaya tersebut ditujukan agar anak dan orang tua serta pihak penting dalam kehidupan anak memiliki keberfungsian sosial. Keluarga, masyarakat termasuk berbagai Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) serta Balai/Loka dan berbagai lingkungan sosial lainnya diharapkan mampu memberikan perlindungan yang optimal pada anak. Berbagai upaya pencegahan dan penanganan perlu dilakukan agar faktor-faktor risiko yang merugikan anak dapat terkurangi.

Rangkaian peringatan HAN oleh Kementerian Sosial dimulai dengan Webinar dan Bimbingan Teknis "Bekerja di Tengah Pandemi Covid-19 Bagi Pekerja Sosial" pada tanggal 16 s.d 30 Juni 2020. Kegiatan yang bekerjasama dengan Unicef Indonesia melibatkan 900 peserta terdiri dari Sakti Peksos, Kepala dan Pekerja Sosial Balai/Loka Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (B/L RSAMPK). Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak saat ini telah menempatkan 770 Sakti Peksos di 463 kabupaten/kota. Mereka adalah tokoh terdepan dalam menangani kasus-kasus anak di Indonesia.

Rangkaian HAN dilanjutkan dengan kegiatan Peksos Goes to School (PGTS) yang diikuti 63 sekolah melibatkan 10.061 anak. Selanjutnya, Peksos Goes To Community (PGTC) melibatkan 7000 anak yang merupakan aktivitas pekerja sosial dalam melakukan pendampingan masyarakat terkait pencegahan dan penanganan masalah anak berbasis masyarakat. Sebagai puncak acara HAN tanggal 23 Juli 2020 dengan tajuk “Sehari Bersama Anak (SBA)”.

SBA dilaksanakan setiap tahun dengan melibatkan anak, Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) dan berbagai kementerian/lembaga lainnya. Tahun 2020, SBA dikemas untuk lebih mendengarkan suara anak agar mereka terbebas dari kekerasan; mampu mengisi pertemanan dengan sebaya secara positif dan tetap gembira dan sehat selama pandemi Covid-19.

Acara yang dilaksanakan secara virtual zoom ini dimeriahkan oleh 73 anak penerima manfaat Balai/Loka Anak Kemensos dan 7.000 anak perwakilan dari seluruh Indonesia dengan berbagai latar belakang seperti anak komunitas adat terpencil, penyanyi jalanan, anak nelayan, anak pemulung, anak disabilitas, anak HIV/AIDS. Selain itu, acara puncak juga akan diikuti oleh anak-anak yang saat ini menjadi penerima manfaat Balai/Loka Anak Kemensos. (Ati)

Credits

Bagikan