Rofik Ismanto Mengenang PSIM : Wajib Kenakan Nomor Punggung Berjumlah 9 dan Terdegradasi di Liga Dunhill

SLEMAN, KRJOGJA.com – Rofik Ismanto, pria kelahiran Jember 7 Maret 1971 ini dikenal insan sepakbola DIY sebagai seorang legenda hidup PSIM Yogyakarta. Ia merupakan penyerang gaek PSIM pada era 90-an yang kerap menjadi andalan di lini depan untuk mencetak gol.

Rofik berpindah ke Yogyakarta untuk bermain sepakbola, sekaligus berkuliah di Universitas Islam Indonesia (UII). Sejak itu, sampai sekarang, ia memilih tinggal di Yogyakarta dan membangun keluarga di kota tempat tim yang paling dicintainya berada, PSIM.

Rofik merupakan salah satu saksi hidup, penyatuan era Galatama dan Perserikatan pada tahun 1994. Saat itu PSIM yang sebelumnya menjadi anggota kompetisi Perserikatan, dipaksa bergabung dengan tim-tim Galatama yang memang jauh lebih profesional secara manajerial dan kualitas pemain.

Tim-tim Galatama memiliki pemain mumpuni, berpadu lokal dan asing yang top pada masa itu. Di sisi lain, PSIM yang sejak dulu dikenal dengan rasa kekeluargaan dan pembiayaan yang minimal hanya bisa mengandalkan pemain-pemain lokal, hasil kompetisi internal.

BERITA REKOMENDASI