Rumah Perintis Madrasah di Tayu Dipugar

PATI, KRJOGJA.com – Selalu mengabdi demi mengembangkan agama Islam, membuat KH Solihun (68) lupa mengurus nasibnya. Rumah tempat tinggalnya di desa Bendokaton kecamatan Tayu, koyak tak terurus. Menyedihkan.

Sosok Solihun menghabiskan waktunya untuk memberikan pendidikan agama Islam di mushola. Meski dalam kondisi ekonomi yang tidak mampu, dia pula yang memprakarsai pendirian madrasah di desanya.

“Saya ketuk hati warga untuk bersama-sama mendirikan madrasah” ucap kiai Solihun, Sabtu (20/6).

Melihat kondisi rumah yang tidak layak huni, inilah yang memantik perhatian LPBI NU Pati. Yang kemudian menggandeng Baznas dan organisasi Ayo Peduli Juwana untuk memperbaiki rumah kiai Solihun. “Alhamdulillah, rumah kiai Solihun selesai diperbaiki. Dana didapat dari Baznas, Muslimat desa Bendokaton, dan Ayo Peduli” tutur EgaTanto. ( Cuk ).