Saikit Hati, Jenazah Disembunyikan di Kamar Lalu Dibuang

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Penyidik Polres Karanganyar menemukan berbagai fakta baru kasus pembunuhan seorang pemuda asal Desa Kwangsan, Jumapolo, Ridwan (19). Mayat korban sempat disembunyikan di kamar salah seorang tersangka usai dikeroyok sampai tewas. Dalam kasus ini, empat orang ditetapkan tersangka. Mereka adalah AH, RW, AI dan MF.

Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Karanganyar, Ipda Anton Sulistiyana mengatakan korban dihubungi AH pada Sabtu (15/5) sore. Ia diminta mendatangi AH di wilayah Jungke Karanganyar Kota. Ternyata sesampainya di sebuah lahan kosong dekat rumah pelaku di Jungke, korban dianiaya. AH dibantu RW terlibat duel dengan korban yang seorang diri. Para tersangka mengira korban hanya tumbang. Namun ternyata sekarat dan meninggal dunia. Mereka sempat akan membawa korban ke RS tapi urung dilakukan. “Korban menuduh AH menjual pil koplo. Karena tidak terima dituduh demikian, ia pun menghajar korban dibantu rekan lain,” katanya kepada wartawan di Karanganyar, Senin (24/5).

Mereka pun panik karena korban meninggal dunia. Dengan menaikkan tubuhnya ke sebuah mobil, mereka berputar-putar ke sejumlah wilayah Karanganyar untuk membuang mayatnya. Beberapa lokasi dibidik seperti Jatiyoso dan Ngargoyoso. Kemudian dipilihlah bawah jembatan Desa Tugu Kecamatan Jumantono. Mayat korban dibuang ke sana pada Senin (17/5) pukul 04.00 WIB. Sebelumnya, mayat korban sempat disimpan selama sehari di kamar sebuah warung tempat bekerja tersangka AI.

BERITA REKOMENDASI