Sistem Seleksi Camaba Timur Tengah Kemenag Diapresiasi

“Seleksi ketat ini ditempuh sebagai upaya untuk memastikan bahwa calon mahasiswa ini dapat menjadi duta atau ambassador Islam Rahmatan lil alamin (Contributing to Peace) di luar negeri serta saat pulang nanti,” tutur Doktor Lulusan Australia ini.

Seleksi ketat dan transparan ini dilakukan, kata Adib, mengingat minat studi ke kampus Timur Tengah, khususnya Al Azhar University Mesir, sangat tinggi. Fakta ini tentu menggembirakan, namun menuntut kehadiran Pemerintah dengan berbagai kebijakannya untuk memastikan para mahasiswa mendapatkan pelayanan yang memadai, baik dari aspek akademik maupun non akademik.

“Kami tentu sangat senang ketika banyak anak Indonesia studi di luar negeri, terutama Universitas Al-Azhar. Tetapi, kita juga harus memastikan mereka mendapatkan pelayanan yang memadai, baik dari sisi akademik maupun non akademik. Dari sisi akademik, kami berharap studi berlangsung lancar dan dapat segera selesai. Sedangkan di sisi non akademik, kehadiran anak Indonesia di Mesir diharapkan menjadi duta Islam Rahmatan lil Alamin, bukan justru menimbulkan permasalahan sosial di negeri orang. Maka, pemerintah memiliki kepentingan untuk melakukan seleksi yang ketat,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, lanjut Adib, Kementerian Agama bekerjasama dengan Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Indonesia, dan konsorsium beberapa Pusat Bahasa PTKIN. Salah satu bentuk kerjasama itu adalah pembuatan soal untuk seleksi tahun 2021 yang baru saja usai. Sehingga kualitas soal pada seleksi tahun 2021 sangat dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini karena disusun oleh penyusun soal yang kredibel dan kompeten.

BERITA REKOMENDASI