Sistem Seleksi Camaba Timur Tengah Kemenag Diapresiasi

Apresiasi

Pelaksanaan seleksi yang transparan dan terbuka ini mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. K.H Abdul Ghofur Maemun yang juga alumni Al-Azhar Mesir misalnya, menyampaikan apresiasi yang mendalam dengan sistem seleksi yang transparan ini. “Saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Agama yang telah sukses menyelenggarakan seleksi calon mahasiswa Timur Tengah secara transparan dan terbuka, meskipun memang masih ditemui beberapa kendala, tapi masih sangat wajar. Apalagi mengingat ini pengalaman pertama seleksi ke Timur Tengah di masa pandemi,” tegas Kiai yang akrab dipanggil Gus Ghofur ini.

 

Hal senada juga disampaikan oleh Gus Faiz, pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jakarta, yang juga alumni Al-Azhar, Mesir. Baik Gus Ghofur maupun Gus Faiz menyatakan bahwa ijtihad Kementerian Agama ini sudah sangat tepat yakni menyeleksi duta terbaik yang akan belajar ke Mesir, bahkan sudah disesuaikan dengan skill khas Indonesia yakni kemampuan baca kitab kuning.

 

Apresiasi juga datang dari Forkapmi (Forum Konsultan Pendidikan Al-Azhar Al-Syarif Indonesia). Secara tertulis, Forkapmi memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas penyelenggaraan seleksi Camaba Timteng oleh Kemenag yang telah berjalan dengan sukses.

 

Demikian juga dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atikbud) KBRI di Cairo, Mesir Bambang Suryadi. Menurutnya, proses seleksi masuk ke Al-Azhar, perlu dilakukan lebih selektif dan kompetitif, baik yang melalui Kemenag, maupun lainnya.

BERITA REKOMENDASI