SMAN 11 Semarang Siap Sekolah Tatap Muka

Editor: Ivan Aditya

SEMARANG, KRJOGJA.com – Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo sudah menyiapkan rencana Pembelajaran Tatap Muka selama Pandemi, meski baru taraf uji coba melalui sekolah-sekolah yang ditunjuk. Meski demikian beberapa sekolah seperti SMA Negeri 11 Semarang sudah menyiapkan diri dengan melengkapi sekolahnya dari penerapan standart Protokol Kesehatan, hingga menyiapkan perlengkapan dan fasilitas pendukung terkait dengan penangangan kesehatan siswa maupun guru.

“Meski sekolah kami tidak yang ditunjuk untuk melakukan pembelajaran tatap muka pada uji coba mendatang, mulai 5 April, namun kami sudah siap dan bisa meyakinkan anak didik serta orang tua. Kami sudah melengkapi sarana dan prasarana apabila kelah melaksanakan pembelajaran tatap muka sewaktu masih Pandemi Covid-19. Salah satunya adalah penerapan sistem dan protokol kesehatan yang sudah berjalan baik di SMA Negeri 11. Termasuk juga kami sudah siapkan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang bisa menampung siswa maupun guru yang perlu dan butuh penanganan kesehatan awal apabila sakit sewaktu proses belajar mengajar,” ungkap Kepala SMA Negeri 11 Semarang Drs Supriyanto MPd, Kamis (25/03/2021).

Kini SMA Negeri 11 Semarang memiliki dua ruangan UKS yang dilengkap dengan 10 tempat tidur dan masing-masing dilengkapi dengan tabung oksigen lengkap dengan regulatornya yang bisa digunakan manakala ada yang membutuhkan oksigen untuk pernafasan. Selain itu UKS yang dibedakan khusus putra dan putri ini juga dilengkap peralatan pendukung medis seperti pengukut tensi, pengukur detak jantung, alat pengecek kadar gula, kolesterol dan pengecek suhu tubuh serta alat kompres.

“Kami bersyukur semuanya kini sudah bisa tergelar dan bahkan juga disupport oleh Puskesmas Lamper Semarang Selatan. kami sudah mengadakan Mou dengan Puskesmas tentang kerjasama penanganan kesehatan di SMA Negeri 11 Semarang. Selain tenaga UKS yang telah mendapatkan pembinaan dalan penanganan kesehatan, juga apabila ada kasus-kasus yang membutuhkan bantuan tenaga medis, Puskesmas siap memback up setiap saat, termasuk apabila harus mendapatkan penanganan di puskesmas atau rujukan ke RS,” ungkap Supriyanto.

Sekilas penampilan UKS di SMA Negeri 11 Semarang ini bagai Rumah Sakit Mini ada SMA Negeri 11. Sebab dalam satu ruangan sudah terdapat tempat tidur perawatan yang dilengkapi tabung oksigen dan kamar mandi. Kamar pun ber-AC dan hanya berjarak lebih kurang 50 meter dari Puskesmas.

Keberadaan UKS menurut Supriyanto memang jadi pendukung utama apabila kelak sekolahnya memulai pembelajaran tatap muka. Kesiapan lain pun juga pada tenaga pengajarnya yang hampir 50 persen sudah mengikuti vaksinasi hingga tahap kedua. Sementara sisanya masih dalam daftar tunggu yang siap melaksanakan vaksin.

Dalam mempersiapkan pembelajaran tatap muka, SMA negeri 11 Semarang juga telah mengatur kelas khusus dengan jumlah kursi terisi 50 persen dan berjarak. Di setiap kelas terdapat dispenser handsanitizer dan washtafel tempat cuci tangan.

Pihak sekolah juga memiliki Satgas Covid-19 yang diketuai atau dipimpin seorang guru yang juga bertugas sebagai pengatur operator Protokol Kesehatan. Tugas Satgas ini menurut Kepala Sekolah juga memiliki kewenangan dalam hal regulasi penanganan Covid-19 di lingkungans sekolah, termasuk berkoordinasi dengan Satgas tingkat wilayah Kelurahan dan Kecamatan. (Cha)

 

SEMARANG, KRJOGJA.com – Sebagai pemegang Izin Usaha Penyaluran Tenaga Listrik (IUPTL) Blok Rokan, PLN sedang menyiapkan keandalan jangka panjang pasokan listrik dan uap wilayah kerja blok Rokan. Hal ini menindaklanjuti komitmen sinergitas antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditandai dengan penandatangan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dan Uap (SPJBTLU) antara PLN dengan Pertamina Hulu Rokan (PHR) bulan Februari lalu.

Di sisi pasokan, kesiapan PLN didukung dengan sistem kelistrikan Pulau Sumatera saat ini yang memiliki Cadangan Daya sebesar 2.808 Mega Watt (MW), dengan daya mampu sebesar 8.852 MW dan beban puncak sebesar 6.044 MW.

Selain itu, guna menjamin keandalan pasokan listrik dan uap, PLN akan membangun 5×100 MW converter yang 4 (empat) unit akan beroperasi secara kontinyu dan 1 (satu) unit dalam posisi standby. Keandalan tersebut didukung dengan pasokan ke titik koneksi PLN-PHR melalui dua jalur transmisi 150 kV, yaitu dari sistem kelistrikan Pekanbaru (New Garuda Sakti-Balai Pungut) dan dari sistem kelistrikan Dumai (Duri – Balai Pungut).

Tak hanya itu, PLN juga menyiapkan skema pasokan backup (cadangan) apabila terjadi gangguan, dengan mengoptimalkan pembangkit eksisting di Balai Pungut dengan total daya mampu 250 MW. Dalam melayani kebutuhan listrik dan uap Blok Rokan, PLN membagi dalam dua tahapan yakni masa transisi dan masa permanen.

“Sesuai SPJBTLU, masa layanan PLN dibagi menjadi dua, yaitu masa transisi hanya selama 3 (tiga) tahun yang dimulai dari Agustus 2021 sampai dengan Agustus 2024. Pada masa transisi ini, PLN akan mengelola pembangkit listrik eksisting yang saat ini telah melistriki wilayah kerja Rokan,” jelas Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR, Agung Murdifi melalui siaran pers yang dirilis Humas PLN UID Jateng, Rabu (24/03/2021).

Dirinya melanjutkan, layanan permanen akan diberikan mulai tanggal 8 Agustus 2024, yaitu dengan menginterkoneksikan sistem kelistrikan pada wilayah kerja Rokan dengan interkoneksi sistem kelistrikan Sumatera.

“Pada masa permanen, Blok Rokan akan dipasok dari sistem kelistrikan interkoneksi Sumatera dan uap akan dipasok dengan pembangunan steam generator yang lebih andal. Kami juga menyiapkan opsi tambahan pasokan listrik dari PLTG relokasi. PLN akan memberikan pasokan listrik jangka panjang andal tanpa padam bagi PHR,” pungkas Agung.

Melalui pasokan listrik jangka panjang dari PLN, blok rokan akan memperoleh keandalan operasional yang terjamin dan biaya operasi yang lebih efisien. (Cha)

BERITA REKOMENDASI