Sri Sultan HB II Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Ini Perjuangannya

YOGYA, KRJOGJA.com – Yayasan Cahaya Nusantara (Yantra) menginisiasi pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Sri Sultan HB II. Pertimbangan catatan sejarah perlawanan pada Kolonialisme yang mengiringi hidup HB II menjadi alasan utama raja kedua Kraton Ngayogyakarta tersebut dinilai layak menjadi Pahlawan Nasional.

Hangna Hartana, Koordinator Yantra mengatakan usulan gelar Pahlawan Nasional pada HB II merupakan inisiasi langsung dari yayasan. Yantra menilai, ketokohan HB II yang begitu serius memerangi Belanda hingga harus diasingkan dan naik tahta tiga kali karena dinilai melawan pemerintah Kolonial menjadi bukti kelayakan HB II menjadi pahlawan nasional.

“Selama hidupnya, Sultan HB II mengalami dua kali penurunan tahta (tahun 1811 oleh Daendels dan 1812 oleh Raffles), bahkan dibuang sebanyak tiga kali sebagai hukuman yang dijatuhkan kepadanya (Penang 1812, Ambon 1817, dan Surabaya 1825). Pemerintah kolonial akhirnya harus mengakui kewibawaan Sultan HB ll setelah terdesak sebagai akibat dari pecahnya perang Diponegoro. la dibebaskan dari pembuangannya dan dilantik kembali menjadi raja di Yogyakarta. Sampai akhir hayatnya Sultan HB ll tidak pernah mau bekerja sama dengan Belanda. Menurut kami, apa yang ditunjukkan selama hidup HB II mencerminkan sikap yang tegas melawan Kolonial,” ungkap Hangna saat berbincang dengan media, Rabu (15/7/2020) petang.

Hangna mengatakan dalam waktu dekat Yantra bersama Paguyuban Trah HB II dan tim hukum akan segera mendaftarkan pengajuan gelar pahlawan nasional ke Walikota Yogyakarta. Di sisi lain, seminar dan kajian akademis terus akan dilakukan sebagai syarat pengajuan gelar tersebut.

BERITA REKOMENDASI