Tabungan Nasional Simpeda Kumpulkan Dana Rp13,4 Triliun

Selanjutnya, hadiah ketiga masing-masing Rp 50 juta untuk 26 pemenang, hadiah keempat masing-masing Rp 5 juta untuk 26 pemenang dan hadiah kelima masing-masing  Rp 2,5 juta untuk 26 pemenang , kemudian hadiah keenam masing-masing Rp 2 juta untuk 52 pemenang, hadiah ketujuh masing-masing Rp 1,5 juta untuk 104 pemenang, serta hadiah kedelapan masing-masing Rp 1 juta untuk 345 pemenang tersebar merata ke Nasabah Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia.

Untuk dapat mengikuti program Panen Rejeki Bank BPD juga cukup mudah, hanya dengan membuka Tabungan Simpeda di bank Pembangunan Daerah (BPD) yang ada di masing-masing daerah, serta terus meningkatkan saldonya akan memiliki peluang besar memenangkan hadiahnya. Karena setiap kelipatan dari Rp 50.000,- saldo Tabungan Simpeda Bank Pembangunan Daerah, nasabah mendapatkan 1 nomor undian.

Supriyatno mengungkapkan Tabungan SIMPEDA sudah berusia 31 tahun dan merupakan salah satu produk pemersatu Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia. Tabungan Simpeda sebagai produk penghimpunan dana masyarakat, dalam perkembanganya terus mengalami peningkatan.

Lebih lanjut Ketua Umum Asbanda menyampaikan bahwa, di tengah-tengah situasi yang belum benar-benar pulih, kita masih bisa melaksanakan Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda BPDSI, meskipun kita laksanakan secara daring melalui media elektronik, yang saat ini memang menjadi salah satu cara dalam kita melaksanakan suatu kegiatan.

“Semula, pelaksanaan Undian Nasional Tabungan Simpeda BPDSI ini semula direncanakan akan dilaksanakan di kota Palu Sulawesi Tengah, namun karena saat ini masih belum memungkinkan untuk dilaksanakan di daerah, maka Komite Pelaksana Undian Simpeda BPDSI memutuskan untuk tetap dilaksanakan hanya dilaksanakan melalui daring dan dilaksanakan di Kantor Asbanda di Jakarta,” jelas Ketua Umum Asbanda.

Terkait dengan posisi Tabungan Simpeda BPD se- Indonesia, Ketua Umum Asbanda menjelaskan bahwa, pada Penarikan Undian Simpeda Periode ke-1 Tahun XXXI – 2020 di Jakarta kali ini, jumlah penabung sampai dengan akhir Juni 2020 berjumlah 7.209.314 penabung dengan jumlah saldo Simpeda sebesar Rp 56,10 triliun. Apabila dilihat dari penarikan undian Simpeda bulan Agustus 2019 di Bali sampai dengan di Jakarta, dari sisi penabung terjadi kenaikan sebesar 7,06% atau naik sebanyak 475.654 penabung, sedangkan saldo Simpeda meningkat 2,32% atau naik sebesar Rp 1,27 triliun.

“Dapat kami sampaikan di sini, bahwa BPD yang paling banyak menghimpun Tabungan Simpeda sejak lebih dari 10 tahun terakhir, yaitu Bank Jatim, sampai dengan posisi Juni 2020 telah menghimpun Simpeda sebanyak ± Rp 13,44 triliun atau sebesar 23,96% dari Tabungan Simpeda Nasional.” Jelas Supriyatno.

Kilas Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia
Peran strategis BPD adalah mempercepat pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah melalui kegiatan usahanya, baik sebagai penghimpun dana masyarakat maupun dalam menyalurkan kredit kepada masyarakat.

“Saat ini, jumlah BPD seluruhnya ada 27 Bank, dengan kepemilikan oleh Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten, Pemerintah Daerah Kota, dan ada juga dimiliki oleh Investor Strategis. Sedangkan BPD yang sudah dimiliki oleh Publik ada 2 BPD Bank bjb dan Bank Jatim, melalui IPO (Initial Public Offering).” Jelas Ketua Umum Asbanda.

Lebih jauh Ketua Umum Asbanda menjelaskan bahwa, Jumlah Jaringan kantor konvensional sampai dengan Kas Mobil BPD sampai dengan Desember 2019 berjumlah 7.389 jaringan, yang tersebar sampai ke pelosok bahkan sampai ke perbatasan dengan negara lain, dan yang menjaga rupiah kita di perbatasan. Dari sisi jumlah Bank Umum Syariah (BUS), Ketua Umum Asbanda menyampaikan bahwa, baru ada 3 Bank, dan Unit Usaha Syariah BPD sebanyak 13 Bank. Sedangkan untuk jumlah Pegawai BPD, dari pegawai tetap dan pegawai kontrak sampai dengan Desember 2020 berjumlah 66.126 pegawai.

Kondisi Keuangan Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia
Kinerja BPD seluruh Indonesia yang terus menunjukan pertumbuhan. Kinerja BPD ini dilihat dari kinerja keuangan maupun operasional semakin membaik. Hal ini dapat dilihat dari berbagai indikator yang berhasil dibukukan oleh BPD seluruh Indonesia.

Per Desember 2019, aset BPD telah mencapai Rp718,19 triliun atau meningkat sebesar 10,05% dibandingkan posisi Desember 2018 yang mencapai Rp 652,63 triliun dan menempati peringkat 5 dalam perbankan nasional setelah BRI, Mandiri, BCA dan BNI. Kekuatan aset BPD seluruh Indonesia ini menunjukkan bahwa apabila BPD seluruh Indonesia bersinergi akan menjadi potensi kekuatan yang solid dalam kancah persaingan industri perbankan nasional serta dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal bagi perekonomian nasional, khususnya di daerah.

Kinerja kredit BPD juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Pada Desember 2019, posisi kredit BPD  mencapai Rp 467,92 triliun atau meningkat sebesar 11,987% dibandingkan posisi Desember 2018 sebesar Rp 417,85 triliun.
“Sementara Posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) BPD seluruh Indonesia pada Desember 2019 mencapai Rp 530,78 triliun, atau mengalami peningkatan sebesar 14,20% dibanding posisi Desember 2018 yang mencapai Rp 464,76 triliun.” Jelas Ketua Umum Asbanda.

Dana Pihak Ketiga yang ada di BPD sampai dengan posisi Desember 2019, yang berasal dari Pemerintah Daerah hanya sebesar 18,68%, artinya dana pihak ketiga yang ada di BPD 81,32% berasal dari dana masyarakat. Jadi BPD kita ini sudah lebih banyak menghimpun dana dari masyarakat ketimbang dana dari Pemda kita sendiri.

Sementara itu, sampai dengan posisi bulan Desember 2019, BPD terbagi menjadi 3 BUKU (Bank Umum dengan Kegiatan Usaha), yaitu: BUKU 1 berjumlah 4 BPD, BUKU 2 berjumlah 19 BPD, dan BUKU 3 sebanyak 4 BPD.
(Ati)

BERITA REKOMENDASI