Tak Ada Gempa Vulkanik, Erupsi Tak Sebesar 2020?

YOGYA, KRJOGJA.com – Meskipun saat ini semua kegempaan Gunung Merapi meningkat secara intensif, namun tidak muncul Gempa Vulkanik Dalam (VA). Hal ini mengindikasikan tidak ada suplai magma baru dari dalam. Selain itu menunjukkan tidak ada tekanan berlebih di dapur magma.

Menurut Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Dr Hanik Humida, pada aktivitas Merapi tahun 2020 ini, Gempa Vulkanik Dalam terakhir muncul pada 25 September 2020 dan tidak muncul lagi sampai saat ini. ”Gempa Vulkanik Dalam yang saat ini tidak muncul juga menjadi salah satu indikator kemungkinan erupsi tidak sebesar tahun 2010,” terang Hanik, Senin (16/11).

Hanik mengatakan, meskipun erupsi Merapi diprediksi akan efusif mirip erupsi 2006, namun potensi terjadinya erupsi eksplosif masih tetap ada. Hal ini didasarkan pada indikator data pemantau saat ini yang sudah melampaui kondisi ‘Siaga’ 2006. ”Masyarakat jangan membayangkan letusan eksplosif seperti 2010. Kalaupun nanti terjadi erupsi eksplosif kemungkinan tidak sebesar erupsi 2010,” katanya.

Adapun data pemantauan kegempaan Gunung Merapi periode 15 November 2020, tercatat 36 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 230 kali Gempa Hybrid/Fase Banyak (MP), 1 kali Gempa Low Frekuensi (LF), 91 kali Gempa Guguran (RF), 49 kali Gempa Hembusan (DG) dan 1 kali Gempa Tektonik (TT). Kemudian dari pengamatan guguran, terdengar suara guguran di lereng barat Gunung Merapi sebanyak 5 kali (lemah hingga sedang) dari PGM Babadan.

BERITA REKOMENDASI