Tantangan Petani Tembakau Makin Berat, DBHCHT Harus Dioptimalkan

TEMANGGUNG (krjogja.com) – Tantangan petani dan kelompok tani di sektor pertembakauan semakin berat. Maka itu, pengurus Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) harus bekerja lebih giat dan bersemangat, memperkuat organisasi dan sinergitas dengan seluruh pemangku kepentingan.

“ Saya berharap, pengurus yang baru semakin baik dan solid. Organisasi ini perlu diperkuat oleh kepengurusan yang muda sehingga akan ada regenerasi dan sekaligus mewarisi kultur pertembakauan di Indonesia,” kata Ketua Dewan Pimpinan nasional (DPN) APTI, Soeseno, pada pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) APTI seKaresidenan Kedu di Temanggung, Rabu (23/12).

DPC APTI yang dilantik yakni Temanggung, Magelang, Wonosobo dan Kendal. Pelantikan antara lain dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Temanggung, Yunianto, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, Joko Budi Nuryanto, Sekretaris Komisi B DPRD Jawa Tengah, Muhammad Ngainirrichadl dan Komisi B DPRD Kabupaten Temanggung Slamet.

Soeseno mengatakan situasi pertembakauan sepanjang 2020, dalam kondisi yang berat dan dibutuhkan peran pemerintah agar sektor ini bisa terus tumbuh. Selain itu, pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani harus terus didorong implementasinya.

BERITA REKOMENDASI