FT Universitas Muhammadiyah Magelang Ciptakan Bilik Disinfektan Tekanan Rendah

MAGELANG, KRJOGJA.com – Informasi WHO melalui akun resmi twitternya berkaitan dengan penyemprotan cairan disinfektan langsung ke tubuh manusia yang dinilai sangat membahayakan jika terkena pakaian atau selaput lendir, seperti mulut atau mata, mendorong Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Magelang (UM Magelang) melalui kolaborasi riset yang dilakukan tiga Program Studi (prodi), yaitu Mesin Otomotif, Teknik Industri dan Teknik Informatika untuk melakukan proses penelitian dan uji coba.

Proses yang dilakukan selama beberapa tersebut berhasil mengembangkan bilik sterilisasi yang aman bagi tubuh manusia. Perangkat ini dinamakan Bilik Disinfektan Tekanan Rendah atau “Negative Pressure Disinfection Chamber” sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).

Demikian antara lain disampaikan Dekan FT UM Magelang Yun Arifatul Fatimah PhD di forum launching Bilik Disinfektan Tekanan Rendah yang dilaksanakan di Fakultas Teknik UM Magelang, Rabu (5/5/2020). Launching dilakukan Rektor UM Magelang Dr Suliswiyadi MAg. Fakultas Teknik UM Magelang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Magelang dan Pemerintah Kota Magelang untuk penempatan tiga bilik yang akan disumbangkan.

Di forum launching juga dilakukan serahterima bilik sterilisasi dari Rektor UM Magelang dan Dekan FT kepada perwakilan dari RSUD Budi Rahayu Kota Magelang dan RSJ Prof dr Soeroyo Magelang. “Hingga saat ini sudah ada list lebih dari 10 puskesmas dan rumah bersalin, yang insyaallah akan kita bantu untuk pembuatan,” kata Yun.

Ketua Tim Pengembangan Bilik Sterilisasi, yang juga Kepala Program Studi (Kaprodi) Mesin Otomotif FT UM Magelang, Dr Budi Waluyo MT menambahkan bahwa alat tersebut telah melalui proses uji coba di Laboratorium Terintegrasi Fakultas Teknik dan melalui tahapan studi pengetahuan ilmiah, diantaranya untuk merespon kebutuhan masyarakat secara spesifik. “Bilik sterilisasi yang dikembangkan dipastikan lebih aman dipergunakan bagi manusia dibanding bilik disinfektan berbasis semprotan cairan,” kata Budi.

Juga dikatakan perbedaan khusus alat ini dibandingkan dengan bilik sterilisasi berbasis ozon yang telah diciptakan sebelumnya adalah adanya penambahan perangkat UV-C Light (Sinar ultraviolet type C) yang berfungsi sebagai penyempurnaan proses sterilisasi. (Tha)

BERITA REKOMENDASI