Unnes Kembangkan Visual Branding Desa Wisata Lerep

SEMARANG,KRJOGJA.com- Desa Lerep yang terletak di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang dicanangkan sebagai desa wisata sejak 2016  dengan dua  objek wisata unggulan yang berada di kawasan Lerep yaitu Watu Gunung dan kolam renang Bukit Lerep Indah (BLI).  Pengelolaan Desa Wisata Lerep secara kelembagaan dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rukun Santoso. Tujuan menjadikan Desa Lerep sebagai desa wisata adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa ini serta mengenalkan tradisi dan budaya di Desa Lerep ke masyarakat luas.

Kepala Desa Lerep Sumariyadi ST menyampaikan selain mengandalkan kedua tempat wisata yang sudah ada yaitu Watu Gunung dan BLI, pemerintah melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, aparatur Desa Lerep dan pengelola Kelompok Sadar Wisata Rukun Santoso bersinergi untuk terus menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh Desa Wisata Lerep. Sebelum pandemi, Desa Wisata Lerep rutin menggelar berbagai pertunjukan kesenian seperti Gejuk Lesung, tari Caping Gangsing dan pasar jajanan ndeso yang diselenggarakan setiap Mingu kliwon. Dalam gelaran kesenian tersebut juga dijual berbagai produk khas hasil olahan masyarakat Desa Lerep seperti gula jawa, bubuk kopi, serta kudapan olahan susu sapi.

Sedangkan Susiyanto selaku ketua Pokdarwis Rukun Santoso menyampaikan bahwa  jumlah wisatawan yang datang ke Desa Wisata Lerep semakin meningkat tiap tahunnya. Tahun 2017 wisatawan yang datang ke Desa Wisata Lerep hanya 915, dan hingga saat ini, data wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Lerep meningkat mencapai kurang lebih 3.000 orang per tahun. Susiyanto menyampaikan bahwa konsep yang diusung Desa Wisata Lerep adalah wisata berbasis kearifan lokal yang juga bersifat edukatif dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, inovasi harus terus dilakukan agar Desa Wisata Lerep dapat bersaing dengan keberadaan destinasi wisata lain yang juga gencar dikembangkan di kawasan Ungaran. Kondisi pandemi yang sangat berpengaruh pada penurunan jumlah pengunjung dan keterbatasan menggelar aktivitas kesenian, dimanfaatkan oleh pengelola Pokdarwis Rukun Santoso untuk menyusun srategi agar Desa Lerep tetap siaga menjalankan bisnis wisata di era new normal.

Salah satu upaya untuk meningkatkan performa Desa Wisata Lerep adalah dengan membangun branding yang positif. Mengandeng tim pengabdi dari Jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang terdiri dari Rahina Nugrahani, Riza Afthoni dan Wandah Wibawanto, Pokdarwis Rukun Santoso mengembangkan seperangkat visual destination branding untuk memperkuat posisi Desa Wisata Lerep sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Ungaran.

Visual Destination Branding yang kami kembangkan ini terdiri dari logo dan icon set yang dapat diterapkan ke berbagai media promosi Desa Wisata Lerep. Branding dalam format visual ini penting untuk memperkuat citra   Lerep sebagai destinasi wisata yang berbasis kearifan lokal dan mengedepankan pendidikan ramah lingkungan untuk pengunjung.” ujar Rahina selaku ketua tim pengabdi.

Meski demikian, tambah Rahina, Visual branding yang sudah dikembangkan ini tidak akan berdampak signifikan jika tidak diikuti dengan performa pelayanan Desa Wisata Lerep. Susiyanto menegaskan bahwa ke depan pengelola Pokdarwis dan Pemerintah Desa perlu menggandeng akademisi untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan mengenai branding kepada masyarakat yang menjadi bagian penting bagi keberadaan Desa Wisata Lerep. (Sgi)

BERITA REKOMENDASI