Waduk Sermo Cukupi Pengairan Petani Selama Kemarau

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Cadangan air Waduk Sermo cukup untuk mensuplai kebutuhan air baku dan pertanian di sepanjang musim kemarau. Pada ketinggian elevasi 134,95 meter di atas permukaan air laut (dpl), Senin (10/08/2020) cadangan air waduk mencapai 15 juta meter kubik.

Koordinator Petugas Monitoring Waduk Sermo, Novika Prabowo, mengungkapkan daerah irigasi Waduk Sermo tidak membutuhkan air untuk pertanian. Sebagian cadangan dialirkan sekitar 100 meter perdetik untuk pemeliharaan bangunan bendung waduk.

“Cadangan air waduk akan dievaluasi pada pertengahan Agustus mendatang. Sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) Waduk Sermo, pintu air akan ditutup pada ketinggian elevasi 134,50 meter dpl,” ujar Novika Prabowo di Waduk Sermo.

Menurutnya, air waduk dipersiapkan untuk kebutuhan air baku dan pengairan pertanian pada musim tanam padi pertama di lahan golongan 2 sekitar November 2020. Petani yang menanam palawija seusai panen padi kedua tidak banyak membutuhkan air.

Cadangan air waduk 2020, katanya cukup untuk kebutuhan sepanjang musim kemarau meskipun volume air dari anakan sungai waduk di bawah 100 liter perdetik. Ada peningkatan dibandingkan cadangan air di musim kemarau 2019.

“Di tahun lalu terjadi bencana badai. Pintu air dibuka untuk pemeliharaan bangunan bendung. Cadangan air waduk di musim kemarau tidak dapat maksimal,” jelasnya.

Seperti diketahui mengantisipasi kekeringan di musim kemarau Dinas Pertanian dan Pangan (PP) Kulonprogo menyiagakan brigade pompa air meskipun tidak ada pengeringan saluran irigasi induk di Kulonprogo. Pompa air berbagai ukuran yang disiapkan sebanyak 193 unit ada di Dinas PP dan 12 kapanewon di Kulonprogo. “Petani dapat meminjam pompa air jika tersedia sumber air alternatif unuk pertanian,” ujarnya. (Ras)

BERITA REKOMENDASI