3 Wisata Utama Batam yang Mencengangkan

BATAM menyimpan potensi yang luar biasa karena pertumbuhan ekonominya yang sangat cepat. Terletak di jalur pelayaran internasional, antara Selat Singapura dan Selat Malaka, membuat Batam menjadi lokasi yang strategis untuk melakukan kegiatan bisnis dan ekonomi.

Terlebih setelah adanya kebijakan Kawasan Perdagangan Bebas Indonesia (Indonesia Free Trade Zone) oleh Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan. Kota Batam, Kabupaten Bintan, dan Kabupaten Karimun menjadi kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas sehingga barang-barang ekspor menjadi bebas pajak.

Namun begitu, jangan salah, selain maju di bidang perekonomian, Batam juga sedang gencar-gencarnya mempromosikan pariwisatanya. Dengan adanya promosi kunjungan wisata yang bertema “Visit Batam 2010: Experience It”, pariwisata di Batam menjadi semakin bergairah.

Guna mencapai Batam, Anda bisa menempuh perjalanan udara dari Jakarta menuju Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, misalnya menggunakan maskapai penerbangan Malindo Air. Untuk pemesanannya, Anda bisa menggunakan membuka situs Malindo Air di Traveloka, misalnya.

Sesampainya di Batam, Anda akan disuguhkan berbagai destinasi wisata yang ada. Jika Anda masih penasaran apa saja pariwisata yang ada di Batam, mari sama-sama menyimak tempat-tempat menarik berikut ini sebelum memesan tiket Malindo Air menuju kawasan yang memukau ini..

1. Jembatan Barelang


Jika Jakarta punya Monas sebagai ikon kota, Batam punya Jembatan Barelang. Nama asli jembatan ini aslinya adalah Jembatan Fisabilillah, namun masyarakat setempat lebih sepakat menggunakan nama Jembatan Barelang. Nama Barelang sendiri berasal dari singkatan dari nama tiga pulau, yaitu Pulau Batam, Pulau Rempang, dan Pulau Galang.

Disebut begitu karena jembatan ini menghubungkan pulau-pulau yang ada. Jembatan ini juga dikenal dengan sebutan Jembatan Habibie, karena beliaulah yang memprakarsai adanya Jembatan Barelang. Bahkan ketika Anda masih mengudara dalam kabin pesawat Malindo Air pun, jembatan megah ini akan bisa mencuri perhatian Anda dari ketinggian.

Rencana awal berdirinya Jembatan Barelang ini adalah untuk mengembangkan wilayah industri.Pembuatannya melibatkan ratusan insinyur asli Indonesia dan tidak melibatkan tenaga ahli dari luar negeri sama sekali. Pada akhirnya ketiga pulau ini memperoleh akses yang baik dan menjadi wilayah Kepulauan Riau dan menjadi satu provinsi.

Jembatan ini terdiri dari enam jembatan, yaitu Jembatan Tengku Fisabilillah, Jembatan Nara Singa, jembatan Raja Ali Haji, Jembatan Sultan Zainal Abidin, Jembatan Tuanku Tambusai, dan Jembatan Raja Kecik. Keenam jembatan itu menjadi ikon kepulauan Riau yang memukau para pengunjung yang datang. Anda yang datang bisa menikmati cahaya lampu-lampu yang dipasang dengan latar pemandangan selat yang indah. Akan semakin berkesan jika matahari terbenam turut serta memeriahkan langit menjadi merah menyala.

Untuk memeriahkan dan menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung, setiap akhir pekan dan hari libur nasioanal diadakan sajian musik Melayu. Sajian hiburan tradisional khas Melayu ini juga mengupayakan pelestarian budaya agarsemakin populer dan dikenal masyarakat. Pemrakarsa hiburan ini adalah Sanggar Seni Budaya Melayu Pantai Basri yang mendapatkan kepercayaan oleh Dinas Pariwisata Kota Batam.

Saat ini pengunjung tiap harinya mencapai 200 orang dan hari libur mencapai 700 orang. Untuk mencapai tempat ini, Anda dapat menyewa kendaraan. Tentu akan menyenangkan berkendara mengelilingi Jembatan Balera yang indah.

2. Wisata Sejarah Galang Batam

Tempat ini dulu hingga sekarang dikenal sebagai bekas camp pengungsi Galang yang merupakan orang-orang Vietnam. Sangat unik tentunya mengetahui ada tempat yang tidak biasa seperti ini. Awal mulanya adalah tahun 1979 saat terjadi konflik ideologi, banyak pengungsi Vietnam yang datang berbondong-bondong mengungsi dengan mengarungi Laut Cina Selatan selama berbulan bulan dengan perahu nelayan yang memuat banyak orang. Sesampainya di Pulau Galang, tepatnya 7 km dari Pulau Batam, mereka datang dan hidup bergantung dari alam. Warga sekitar menyebut mereka dengan sebutan Manusia Perahu.

Tujuh tahun berselang, Lembaga bernama “Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi” bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk membangun fasilitas untuk para pengungsi. Bertahun-tahun telah berlalu.Camp ini telah memiliki beberapa macam fasilitas, seperti klinik PMI, Kantor Administrasi PP, sekolah anak-anak, tempat ibadah, dan makam untuk pengungsi yang meninggal karena sakit. Setelah 1997, pengungsi berngasur-angsur dikembalikan ke tempatnya semula.

Camp ini pun akhirnya resmi ditutup dan beralih fungsi menjadi Wisata Sejarah Galang Batam. Sampai saat ini, camp pengungsi Vietnam menjadi tempat wisata sejarah yang mengharukan, Banyak bangunan unik yang tersisa dan menjadi saksi sejarah penderitaan orang-orang Vietnam.

3. Pantai Melur
 

Bicara daerah kepulauan, tak lengkap rasanya jika tidak menyinggung wisata pantai. Di Batam ada satu pantai yang menjadi primadona. Itu adalah Pantai Melur. Hamparan pasir putih akan menyambut Anda saat pertama kali menginjakkan kaki di pantai ini. Anda bisa piknik, bahkan mendirikan tenda karena di sepanjang pantai ini sejuk dan rindang dengan adanya pepohonan. Ombak yang tenang juga memungkinkan Anda untuk bisa berenang bersama keluarga. Selain itu ada beberapa macam permainan air yang tersedia, seperti perahu dan banana boat.
 
Itu tadi destinasi Batam yang perlu Anda coba saat datang berkunjung. Nikmati setiap detik momen berharga di Batam bersama keluarga. Dengan begitu liburan Anda akan semakin hangat dan menyenangkan. (adv)
 

 

 

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI