Duta Seni Boyolali Menari di Pasir Dubai

DUTA Seni Boyolali tiba pada kota terakhir untuk unjuk diri sebelum kembali ke tanah air. Dubai ! Cuaca panas langsung menyergap meski saat itu malam hari. Nyaris 40 derajad Celcius! Rasanya tidak bisa membayamgkan bagaimana panasnya di siang hari besok.

Pementasan Duta Seni Boyolali dijadualkan keesokan harinya di malam hari, di area terbuka berupa sebuah camp di tengah padang pasir. Wow..rasanya tidak sabar ingin tahu seperti apa tempat pementasan unik ini. Paginya kami diajak berkeliling kota Dubai, menyaksikan beragam arsitektur modern yang memenuhi kota dengan julukan serba TER di dunia ini. Maka kamipun diajak menyaksikan Burj Al Arab, hotel yang dinyatakan ter-mahal di dunia, juga Burj Khalifa, gedung yang ter-tinggi di dunia.

Duta Seni Boyolali menari di atas pasir Dubai

Saat kami keluar bus untuk berfoto di depan bangunan-bangunan ternama tersebut, kami hanya kuat 10 menit dan segera masuk kembali ke dalam bus ber-AC. Suhu mencapai 42 derajad! Hahaha.. Rasanya malu juga kalau di Indonesia sering mengeluh kegerahan padahal temperatur tidak setinggi ini. Kami jadi makin bersyukur hidup di Indonesia yang serba nyaman, semestinyalah lebih bisa berprestasi dan melakukan yang terbaik.

Sore harinya kami dipersiapkan menuju camp tempat dilangsungkannya pementasan. Tidak lagi menggunakan satu bus besar, melainkan dibagi dalam beberapa mobil. Banyak wisatawan dari berbagai negara akan menyaksikan karena memang camp tersebut biasa menyajikan berbagai seni pertunjukan setiap malamnya.

Yang tidak kami duga adalah perjalanan menuju camp yang sengaja dilewatkan padang gurun dan menjadi bagian dari “selancar gurun” yang mendebarkan. Inilah salah satu pengalaman-wisata yang ditawarkan oleh Dubai, pengalaman yang memicu adrenalin melintasi gurun dengan para sopir berlisensi-khusus yang akan membawa mobil serasa berselancar. Hahaha..benar-benar pengalaman yang unik dan mengesankan.

Duta Seni Boyolali

Selain keseruan selama setengah jam dalam suasana hiruk pikuk penuh teriakan dan ketawa lepas, kami juga beberapa kali diminta turun untuk merasakan berjalan kaki terseok-seok di atas pasir, dan menikmati pemandangan gurun saat senja menjelang. Eksotis…

Sesampainya di camp kami mendapat minuman dan makanan gratis serta kesempatan menaiki unta, atau berfoto dengan baju khas Timur Tengah. Tapi para Duta Seni ini tak punya waktu yang cukup panjang karena harus segera mempersiapkan diri. Para wisatawan mulai berdatangan duduk melingkar di atas pasir beralas permadani.

Jadilah ini pengalaman pentas yang unik dan mengesankan. Meski udara tetap panas di malam itu, dan kostum yang dikenakan cukup bikin berkeringat, tapi Duta Seni Boyolali tetap bersemangat menarikan Topeng Ireng. Sebagian penonton menyerbu ke belakang panggung setelah tarian usai. Mereka sangat antusias berfoto bersama dengan para penari dengan kostum yang begitu gemerlap di malam hari.   

Sepanjang perjalanan kembali ke hotel, kami merasakan syukur yang tak terhingga dapat menyelesaikan misi dengan baik. Letih, namun penuh kebanggaan karena dapat memperkenalkan Indonesia dan khusunya Boyolali kepada begitu banyak orang dari berbagai negara.

Melangkah dengan hati dan kaki yang ringan, kembali ke Indonesia, tanah Pusaka..dengan tekad dan ikrar untuk berkarya di bidang masing-masing, dan akan kembali mempersembahkan segala hal terbaik bagi bangsa dan negara. (Ninda Nindiani)

 

BERITA REKOMENDASI