Gerbosari dan Pesona Wisata yang Memikat Hati

Editor: Agus Sigit

Oleh: Christianto Dedy Setyawan

PEPATAH lawas mengatakan, travelling adalah cara mengenal Tuhan, alam sekitar, orang lain dan diri sendiri. Berwisata tak hanya ditujukan untuk memunculkan aspek kesenangan,  namun juga menimba berbagai aspek positif yang terdapat di dalamnya. Yogyakarta telah lama dikenal sebagai wilayah dengan beraneka tujuan wisata yang berkesan. Salah satu lokasi yang menarik berada di desa wisata Gerbosari.

Gerbosari merupakan desa di kapanewon Samigaluh,  Kabupaten Kulonprogo. Desa yang wilayah utaranya berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah ini terletak di dataran tinggi Pegunungan Menoreh. Dengan suhu rata-rata per harinya berkisar di angka 23-34 derajat Celcius, dapat dibayangkan betapa sejuknya daerah Gerbosari.

Berbicara tentang sektor wisata, jika selama ini wilayah pegunungan identik dengan sajian panorama alam yang menjadi unggulan tunggal, perspektif ini gugur saat kita berkunjung ke Gerbosari. Selain aspek wisata alam, wilayah dengan luas 10,77 kilometer persegi ini memiliki suguhan wisata agro, sejarah, kuliner, seni kreatif, dan kearifan lokal.

Keanekaragaman Wisata

Nama Gerbosari tak dapat dipisahkan dari keberadaan Puncak Suroloyo. Di salah satu titik tertinggi dari Pegunungan Menoreh tersebut, saat kondisi cerah kita dapat memandang Candi Borobudur dari kejauhan dengan bantuan kamera. Panorama yang tersaji saat kita menjejakkan kaki di Puncak Suroloyo sungguh luar biasa. Hamparan hijau pegunungan dan birunya langit berkelindan dengan pemandangan Gunung Merapi – Merbabu di sebelah timur, Gunung Sumbing – Sindoro di sebelah utara dan Pantai Glagah di sisi selatan.

Puncak Suroloyo memiliki tiga gardu pandang yakni Suroloyo, Sariloyo, dan Kaendra. Dilihat dari sejarahnya, Puncak Suroloyo berkaitan dengan tempat pertapaan Raden Mas Rangsang (yang kelak bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo) dalam upayanya menjadi penguasa Tanah Jawa. Puncak ini juga lekat dengan kisah tempat bersemayamnya Batara Guru. Tidak mengherankan jika banyak masyarakat setempat yang menjunjung tinggi nilai-nilai keteladanan dari kisah pewayangan. Jangan kaget pula jika di Malam 1 Suro tempat ini dipenuhi pengunjung yang mengikuti upacara Suroan.

Aspek sejarah memang sangat kental dengan Gerbosari. Di dusun Keceme tersimpan dua pusaka Kraton Yogyakarta yakni Tombak Kyai Manggolo Murti dan Songsong Kyai Manggolo Dewo. Peninggalan sejarah juga dapat dijumpai di Dusun Menggermalang yang terdapat makam Tumenggung Tlingsingan yang merupakan abdi Pangeran Diponegoro.

Pemandangan dari Puncak Suroloyo (dokumentasi pribadi)

Terletak di kawasan pegunungan yang asri, Gerbosari memiliki beberapa lokasi yang identik dengan sumber air dan sendang. Kita dapat berkunjung ke sumber air Semurup, Sendang Widodaren atau Sendang Kadewatan. Air pegunungan yang alami, jernih dan segar menjadi bagian dari pesona Gerbosari.

Nuansa tradisional yang dapat kita temui di Gerbosari tidak hanya mengenai aspek tempat saja. Selain Suroan, Gerbosari memiliki beberapa tradisi lokal seperti upacara baritan, yakni tradisi yang berfokus pada ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil bumi (panen) yang melimpah. Hal ini juga dilatarbelakangi mayoritas masyarakat Gerbosari yang berprofesi sebagai petani. Para warga yang berkumpul di tanah lapang, memanjatkan doa dan menyantap makanan beralas daun pisang secara bersama-sama menjadi kearifan lokal yang senantiasa dijaga kelestariannya di Gerbosari.

Patung Punokawan di jalan menuju Puncak Suroloyo (dokumentasi pribadi)

Membahas tentang desa wisata tentu kurang lengkap jika tidak mencicipi kulinernya. Gerbosari memiliki kuliner andalan berupa kopi Suroloyo. Kopi yang dihasilkan dari tanah Gerbosari dan dikelola  masyarakat setempat ini telah dikenal sebagai produk kopi yang jempolan. Memiliki varietas seperti kopi Robusta, Arabika line S dan Arabika Kartika, Wisatawan dapat memilih jenis kopi sesuai selera. Proses dan pengolahan pascapanen pada kopi Suroloyo turut berpengaruh terhadap cita rasa yang dihasilkan. Ragam prosesnya yang meliputi natural process, honey process, wine process, semi-washed, serta full-washed menegaskan, kopi Suroloyo wajib  dicoba.

Sedapnya kopi Suroloyo dibuktikan dengan predikat peringkat enam yang diraih dalam kompetisi kopi tingkat nasional. Menyeruput kopi panas sembari menikmati segarnya udara pegunungan menjadi hal yang ditawarkan saat  berkunjung ke Gerbosari.

Icip-icip kuliner terasa lengkap rasanya jika disertai produk makanan yang menggoyang lidah. Di Gerbosari,  dapat mencicipi keripik pegagan, keripik pisang dan onde-onde yang diproduksi dari hasil bumi desa ini. Masukkan pula cake chifon ke dalam menu kuliner saat  berkunjung ke sini mengingat kue berbahan dasar gula semut tersebut adalah oleh-oleh khas Gerbosari.

Wisata kuliner kian lengkap dengan keberadaan buah mangga Irwin. Buah bernama latin Mangifera indica berwarna merah keunguan ini dikenal memiliki rasa yang khas karena menawarkan perpaduan manis dan asam saat kita mencicipinya. Jenis manga yang unik ini memiliki banyak manfaat bagi tubuh, seperti mengatasi diabetes mellitus, mengobati anemia, dan menjaga kesehatan tulang. Di akhir kunjungan wisata, jangan melewatkan untuk membeli bunga krisan dan kerajinan topeng sebagai oleh-oleh yang akan membuat diri selalu teringat dengan desa wisata Gerbosari.

(Penulis adalah Juara II Kategori Desa Wisata Gerbosari Kulonprogo)

BERITA REKOMENDASI