Gunung Morojoyo, Destinasi Gowes Paling Menantang

Editor: Ary B Prass

SRAGEN, KRJOGJA.com – Para pecinta olahraga gowes atau bersepeda di Soloraya mungkin bisa mencoba destinasi baru ini. Lokasi itu bernama Gunung Morojoyo, sebuah puncak gunung kecil di Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, Sragen, yang diklaim sebagai salah satu titik puncak yang cocok bagi goweser karena memiliki view nan indah dengan rute menantang.
Puncak Morojoyo kali pertama dikenalkan oleh sekelompok pecinta gowes asal Tanon Sragen yang tergabung dalam Komunitas Goblak atau Gowes Ngablak, Kamis (12/8/2021). Saking terpesonanya, komunitas yang dikomando Direktur Umum (Dirum) PDAM Sragen, Handoko itu langsung tergerak melakukan bakti sosial membersihkan semak liar di puncak Morojoyo.
“Hari ini kami bersama komunitas Goblak kerja bakti membersihkan semak, memotong rumput liar yang ada di Puncak Morojoyo. Lokasi puncak di sini sangat indah dan potensial untuk destinasi baru gowes,” ujar Handoko.
Aksi sosial itu dilakukan dengan menggunakan alat pemotong rumput dan lainnya. Anggota komunitas bahu membahu membersihkan rumput dan semak liar yang menutupi keindahan puncak Morojoyo. Hal itu dilakukan sebagai wujud kecintaan sekaligus upaya mengenalkan potensi Puncak Morojoyo kepada publik utamanya para goweser.
“Beberapa waktu lalu kami ke sana dan kondisinya memang belum terjamah. Kami juga kaget ternyata di wilayah Sragen Utara ada puncak alam yang indah, namanya Gunung Morojoyo. Kami baru tahu setelah gowes dan menemukan rute ke situ. Dan ternyata sangat bagus. Konon dari historinya, puncak itu menjadi salah satu tempat pembuatan peta pulau Jawa,” jelasnya.
Handoko optimistis Gunung Morojoyo akan menjadi destinasi alternatif yang punya daya tarik tersendiri bagi pecinta alam serta goweser. Sebab menurutnya ada dua hal yang bisa dinikmati dari Puncak Morojoyo. Yang pertama jalur menuju ke puncak yang dikelilingi pepohonan dan ada tantangan lengkap dengan spot-spot menarik.
“Ketika sampai di puncak, view-nya luar biasa. Dari puncak kita bisa melihat pemandangan di seluruh Sragen. Kami nggak tahu apakah itu puncak tertinggi di Sragen. Tapi feeling saya itu yang tertinggi. Makanya kami berharap ini bisa lebih dikenal publik dan bisa jadi destinasi gowes di Sragen Utara. Jangan hanya destinasi di Tawangmangu Karanganyar saja,” tandasnya.
Anggota Komunitas Goblak, Agus menambahkan, komunitas gowes Ngablak beranggotakan sekitar 30 orang dari berbagai wilayah mulai dari Tanon, Mondokan hingga Sragen. Selama ini, komunitasnya memang banyak menjelajah ke rute Gowes di Jamus dan arah selatan (Karanganyar). Sebelum kemudian menemukan rute baru yang potensial yakni Puncak Morojoyo di Tanggan Gesi.
“Awalnya kita sepeda santai ke sana melihat kok ada puncak yang bagus. Jalan lumayan bagus dan pemandangan dari atas bagus. Cuma karena belum terawat sehingga kami berinisiatif kerja bakti hari ini,” paparnya.
Kades Tanggan, Mulyanto mengapresiasi inisiatif kerja bakti yang dilakukan komunitas Gowes Ngablak di Puncak Morojoyo. Ia berharap aksi sosial itu bisa menjadi stimulus bagi warga sekitar untuk mulai tergerak menata Puncak Morojoyo sehingga bisa menjadi destinasi wisata alam yang menarik. (Sam)

 

BERITA REKOMENDASI