Hutan Wana Rahayu, Paru-paru Desa yang Kini Jadi Tempat Wisata

Editor: Ivan Aditya

HUTAN Wana Rahayu yang berada di wilayah Dusun Barepan VIII, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman dan dikelola oleh Kelompok Tani dengan luas hamparan kurang lebih 2 hektar, selama ini menjadi hutan rakyat. Menurut Ketua Kelompok Tani Wana Rahayu, M Sumardi jumlah anggota kelompk ada 30 orang dengan kegiatan menanam tanaman keras seperti, maoni, mranti, sengon laut, serta tanaman buah-buahan yakni matoa, klengkeng dan mangga.

“Keberadaan hutan Wana Rahayu dijadikan paru-paru desa, atau ruang hijau dengan memanfaatkan pengkayaan hutan rakyat,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Guna mendukung kegiatan, juga dilakukan denplot gerakan perempuan tanam, pemeliharaan pepohonan serta manfaatkan tanaman sela seperti kacang tanah, umbi-umbian yang bisa dipanen lebih awal. Bila harus menunggu hasil dari tanaman keras, bisa lama membuat kelompok tidak akan mendapatkan hasil.

“Yang lebih menggembirakan, dengan keberadaan hutan Wana Rahayu bisa melimpah ke pekarangan penduduk di sekitarnya seperti Dusun Barepan, Karangkemasan dan Glondong mendapatkan sumber air bersih yang tidak pernah kering,” tambah Dewi Sulistyowati SP, Penyuluh Kehutanan Penyelia Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY sebagai pendamping kelompok.

Hutan Wana Rahayu terbentuk tahun 2005 ketika itu bersamaan dengan ‘Gerakan Muhammadiyah Menyejukkan Bumi’, memanfaatkan lahan bekas tanaman tebu untuk ditanaman aneka tanaman keras seperti mranti, sengon laut dan maoni. Berkat pemeliharaan kelompk tani, sampai kini menjadikan konservasi alam yakni sumur air milik penduduk di sekitar terpelihara dengan baik tidak pernah kering.

Tempat wisata

Guna memberi nilai tambah kepada kelompok tani hutan rakyat, Dewi Sulistyowati mengatakan, saatnya kini petani memanfaatkan jasa keberadaan hutan rakyat sebagai tempat wisata. “Paling tidak petani bisa menjual jasa wisata, di lahan hutan rakyat yang digarap selama ini,” ujarnya.

Hutan Wana Rahayu selama ini telah menjadi arboretum laboratorium lapangan tanaman langka, juga sebagai edukasi bagi anak-anak mulai SD, SMP, SMA dan masyarakat umum.Gayung bersambut, kini Pemerintah Desa Sumberrahayu menggunakan Dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun 2020 mulai menata kawasan hutan Wana Rahayu untuk dijadikan tempat wisata.

Nantinya di tempat itu pengunjung bisa bersantai menggelar tikar dibawah rimbunnya pepohonan, sejuknya angin semilir sambil menikmati kemericiknya air mengalir yang jernih. Cocog untuk kegiatan kamping anak sekolah, serta belajar di luar ruang.

Juga dibangun beberapa tempat duduk santai secara permanen, melengkapai taman hijau, pintu gerbang yang artistik menambah keindahan hutan Wana Rahayu. “Kami berharap bisa menjadikan destinasi wisata baru di wilayah Sumberrahayu, melengkapi Desa Wisata Gamplong yang kini lengkap dengan studio alam dan wisata Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM),” tambah Wahyu Purwoaji Jagabaya dan Novi Arivianto Carik Desa Sumberrahayu. (Sutopo Sgh)

BERITA REKOMENDASI