Kawasan Wisata Mangunan Digelontor Rp 5,9 Milyar, Ini Fasilitas yang Dibangun

BANTUL, KRJOGJA.com  – Dana senilai Rp 5 milyar digelontorkan untuk membangun dan mengembangkan Kawasan Seribu Batu Songgo Langit dan Lintang Sewu di Area Mangunan Bantul. Salah satu fasilitas yang ada adalah Glamour Camping atau Glamping.

Anggaran senilai Rp 5 milyar sendiri berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pariwisata. Hasil dari pembangunan kawasan tersebut sebagian besar (70 persen) akan dikembalikan kepada masyarakat. Sisanya 25 persen untuk Pemda DIY, dan 5 persen untuk Koperasi Notowono sebagai pengelola.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo usai deklarasi komitmen bersama pengembangan Kawasan Wisata di Area Pohon Pinus Mangunan, Kamis malam (5/12/2019).

"Lahan sudah clear. Sepakat pembangunan di Kawasan ini agar tidak terpencar dan fokus. Sekarang tinggal diisi saja," ungkapnya.

Glamorous Camping (Glamping)

Glamorous Camping (Glamping) menjadi salah satu andalan di kawasan tersebut. Setidaknya sudah ada 14 Glam Camp (tenda) berdiri, 2 diantaranya sudah dibranding oleh Hotel 101 Tugu dan Hotel Grand Dafam Rohan, tentu sesuai style hotel masing-masing. 

"Kami undang teman-teman hotel untuk mengisi camp dengan fasilitas sesuai style hotel mereka. Kami persilahkan untuk dibranding," jelasnya

Hal ini murni Corporate Social Responsibility (CSR). Pihak hotel membantu pada fasilitas, pendampingan, dan pelatihan terhadap warga sekitar.

Pada kesempatan yang sama, ia membuka dan mengajak para pihak untuk bersinergi. 5 hotel mengajukan diri untuk mengisi tenda lainnya, yaitu Unisi Hotel, Tara Hotel, Gaia Cosmo Hotel, Ros-in Hotel, dan The Tjokro Group.

Artinya sudah 7 glam camp terisi, bertahap akan ada 7 lainnya yang siap untuk diisi hotel lainnya. Meskipun fasilitas bertaraf Internasional, namun tetap dapat dinikmati oleh wisatawan domestik. 

Pada sektor pemerintah, pihaknya meminta untuk dapat mengalokasikan dana CSR pada tempat yang sudah pasti seperti kawasan tersebut, agar tepat sasaran.

"Kami masih memerlukan dukungan pada sarana prasarana penunjang seperti panel surya, pemanas air, dan lainnya yang bisa ditangkap," imbuhnya. 

Dalam pengembangan kawasan tersebut, dampak lingkungan juga sudah diperhitungkan dengan baik. "Ada saluran bersih dan kotor. Konsep ecotourism dan sustainable tourism. Semua tetap kita perhatikan, tidak ada 1 pun pohon yang kita tebang, bangunan menyesuaikan," jelas Singgih.

Pihaknya mengandeng pihak pemerintah dan non pemerintah untuk bersinergi dalam penyempurnaan kawasan tersebut.

Turut hadir dalam komitmen tersebut dari Dinas UMKM DIY,  Bank Indonesia (BI), Bank Pembangunan Daerah (BPD), PT Angkasa Pura, Tbk, PT Garuda Indonesia Tbk, DPD GIPI DIY.

"Kami juga undang Dinas UMKM, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kesehatan, Dinas Kebudayaan, Industri Pariwisata DIY untuk bersinergi dalam memajukan Pariwisata demi kesejahteraan masyarakat," papar Snggih Raharjo.

Ia menjelaskan Dinas UMKM akan membantu dalam pembinaan UKM yang ada di sekitar kawasan. Dinas komunikasi dan Informatika akan membantu dalam jaringan yang kuat sehingga pengunjung dapat live streaming dan upload kegiatan yang secara tidak langsung menjadi promosi wisata. "Kami membentuk satu frekuensi yang sama baik Pemerintah dan Non Pemerintah untuk bersinergi dalam pembangunan," tegasnya. (C-4).

 

 

BERITA REKOMENDASI