Ke Sangiran? Jangan Lupa Beli Produk Souvenir Khasnya

SANGIRAN memiliki daya tarik yang luar biasa. Kehadiran wisatawan di Museum Purbakala mendorong munculnya produk souvenir di sekitar kawasan situs. Salah satunya adalah Bambang Sugiyanto yang membuat aneka kerajinan terbuat dari batu maupun kayu.

Sebagai pengrajin souvenir di Sangiran dibutuhkan kemampuan, kreasi dan inovasi. Karena pengrajin tidak bisa seenaknya memanfaatkan bahan baku yang ada. "Sangiran adalah kawasan cagar budaya yang dilindungi Undang Undang. Kalau kita nggak hati-hati mengambil bahan bisa kena pasal," jelas Bambang, Rabu (11/10/2017).

Untuk menghindari masalah, ia terus berinovasi dalam membuat hasil kerajinan. Bambang tidak mau hanya tergantung dengan bahan baku batu. Terakhir ia menggunakan partikel kayu untuk membuat patung. " Patung yang kami buat tetap tidak meninggalkan ciri khas Sangiran. Kami membuat patung homo erektus," jelasnya.

Produk yang baru sekitar dua bulan diluncurkan di pasar langsung diserbu. Banyak sekolah yang order, seperti sekolah di Bandung. Bambang menjual dengan harga Rp 50 ribu. Setelah itu muncul kreativitas baru seperti manusia purba dengan kijang atau manusia purba membawa tombak. "Dengan lahirnya kerajinan berbahan baku serbuk kayu, setidaknya ikut melestarikan situs Sangiran," ujarnya.

Selain itu Bambang juga melakukan kolaborasi dengan pengrajin batik kayu dari Bantul. Batik kayu diproduk menjadi gantungan kunci dengan ciri khas Sangiran.  Dua produk baru non batu itu sudah diminati pasar. Diakui, sementara ini baru seorang pengrajin yang mengerjakan patung kayu. Tapi ke depan akan diikuti pengrajin yang lain.

Sementara untuk kerajinan batu tetap dikembangkan dengan berbagai kreasi baru. Salain topeng, Bambang membuat liontin yang diarahkan untuk pasar ekspor. Pengembangan produk itu ia mendapat pendampingan pakar dari Univerisitas Sebelas Maret (UNS) Solo : Prof Dr Hj Rahmawati MSi AkCA dan Dr Sarah Rum Handayani, M. Hum. Untuk pengembangan liontin berkolaborasi dengan pengrajin perak Kota Gede Yogyakarta.

Berkat sentuhan ahli dari UNS, Bambang mengaku banyak membantu memajukan usahanya. "Kami dibantu peralatan dan dibuatkan web sehingga memperluas jaringan pemasaran," katanya.(Qom)

BERITA REKOMENDASI