Kera Goa Kreo Kelaparan

SEMARANG (KRjogja.com) – Goa Kreo, salah satu destinasi wisata alam yang dimiliki Kota Semarang boleh dikata menjadi kawasan wisata favorit layaknya Sangeh Bali yang identik dengan komunitas kera liarnya.

Kini Goa Kreo dihuni ratusan kera liar namun jinak. Mereka biasa menggoda dan meminta makanan para pelancong.

Jumlah satwa liar tersebut tergolong meningkat, diperkirakan 300 ekor lebih. Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Goa Kreo, Asroni meningkatnya habitat kera sangat mempengaruhi ketersediaan pangan yang secara rutin disediakannya.

"Anggaran yang kami sediakan untuk makan kera-kera tersebut mencapai Rp 1,5 juta per bulan. Anggaran tersebut kami belikan makanan berupa ketela dan buah-buahan. Jumlah ini tergolong kurang karena populasi mereka tiap bulan bertambah," ujar Asroni, Selasa (9/8/2016).

Minimnya anggaran tersebut menurut Asroni masih terbantu dengan adanya pengunjung yang seringkali memberi makanan kera-kera tersebut, seperti roti, kacang dan buah-buahan.

Namun diakuinya, pemberiaan makanan tersebut tidak selamanya berdampak positif bagi satwa. Ada kalanya mereka diberi minuman bersoda atau bahkan mengandung alkohol, sehingga pernah ada yang ditemukan mati seperti keracunan.

Ketersediaan makanan bagi kera-kera liar tersebut sangat mempengaruhi habitat yang telah menghuni kawasan Goa Kreo tersebut selama puluhan, bahkan ratusan tahun. Konon nama Kreo pun juga tak lepas dari legenda kera penjaga goa yang membantu Sunan Kalijogo membawa kayu jati untuk membangun masjid Demak. (Cha)   

BERITA REKOMENDASI