Ketika Duta Seni Boyolali Memukau Moskow

NINDA NINDIANI, presenter TV dan Trainer Pengembangan Diri, baru saja mendampingi Duta Seni Kabupaten Boyolali melawat ke Rusia (Moskow dan Saint Petersburg) serta Uni Emirat Arab (Dubai). Berikut laporannya yang ditulis untuk KRjogja.com secara bersambung. (red).

Duta Seni Boyolali 2016 mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat Moskow dan wisatawan dari berbagai negara dalam acara Festival Indonesia 20-21 Agustus yang lalu. Acara ini  diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Rusia dalam rangka Trade, Tourism, and Investment (TTI) Forum. Dan Duta Seni Boyolali menjadi salah satu penampil yang mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Saya turut mengabadikan momen-momen bagaimana terpukaunya penonton saat tarian dipentaskan, bagaimana antusiasnya penonton saat diminta menari bersama, dan menyaksikan begitu banyaknya penonton yang ingin berfoto bersama dengan para penari di balik panggung.

Penulis dan Duta Seni Boyolali bersama Duta Besar Indonesia untuk Rusia

Yang saya sebut para penari ini adalah Duta Seni Boyolali 2016 yang terdiri dari 20 pelajar SMA/SMK berprestasi se-Kabupaten Boyolali. Mereka diseleksi secara ketat dari ratusan pendaftar tahun ini, kemudian digembleng selama 4 bulan, dan diberangkatkan ke Rusia serta Uni Emirat Arab, 19-26 Agustus 2016. Mereka berlatih beberapa tarian, dan digembleng tentang kepribadian, kedisiplinan, kekompakan, serta berbagai informasi mengenai perjalanan panjang ini.

Dari 20 pelajar ini, belum ada satu pun yang pernah bepergian ke luar negeri, bahkan sebagian besar belum pernah naik pesawat terbang. Ini salah satu hal yang menarik perhatian saya, karena saya pernah mendengar Bupati Boyolali, Seno Samodro, mengatakan : ”Boyolali memiliki bandara internasional besar, Adisumarmo. Tapi anak-anak saya, anak-anak Boyolali, banyak yang belum pernah melihat apalagi naik pesawat. Saya ingin memberi wawasan dan tambahan pengalaman kepada mereka sebagai bagian dari kemajuan Boyolali.”

Ya..Pemerintah Kabupaten Boyolali memang telah melaksanakan program ini selama 4 tahun berturut-turut. Setiap tahun diseleksi 20 pelajar, mereka melawat ke negara-negara yang berbeda setiap tahunnya.Tahun 2013 ke Eropa, 2014 ke Amerika Serikat dan Kanada, 2015 ke Hong Kong, Tiongkok, dan Jepang. Tidak hanya mementaskan tarian, mereka juga mendapat kesempatan mempelajari banyak hal, termasuk mengunjungi beberapa universitas ternama seperti Harvard di Amerika Serikat.

Penulis bersama penari Topeng Ireng

Setelah menjalani latihan yang intensif, termasuk pemusatan latihan di Selo yang terletak di kaki Gunung Merapi yang cukup dingin, Duta Seni Boyolali 2016 berangkat ke Moscow tanggal  18 Agustus 2016 lalu. Inilah awal lawatan budaya ke 3 kota yang sedang banyak dikunjungi oleh wisatawan berbagai negara di musim panas ini. Selain Moskow, mereka mementaskan tarian juga di St.Petersburg dan Dubai.

Lima tarian dipersiapkan untuk lawatan budaya ini,  antara lain:  “Jaranan”,  “Sekar Merapi Boyolali”, dan “Topeng Ireng” yang menceritakan guyub dan bersatunya masyarakat kaki gunung Merapi dan Merbabu. Setelah melalui perjalanan belasan jam yang cukup melelahkan, dengan transit di Jakarta, Singapura, dan Dubai, kami sampai di Moskow tanggal 19 Agustus malam hari.

Saya cukup lega menyaksikan para pelajar ini sangat bersemangat dan tetap sehat. Rupanya pengalaman pertama melampaui berbagai proses pemeriksaan di bandara demi bandara justru membuat adrenalin mereka terpacu sehingga kelelahan tidak membuat mereka lemah.

Keesokan paginya mereka sudah siap mengenakan kostum tari Topeng Ireng dari hotel tempat kami menginap. Maka bikin hebohlah anak-anak Boyolali ini, karena tamu-tamu hotel yang ada di lobby berebut meminta foto bersama mereka. Saat berjalan menuju bus pun masih banyak yang ingin mendapat kesempatan mengambil gambar. Tapi kami harus segera menuju ke Gorky Park, tempat pementasan pertama, sebelum nanti mereka pentas di acara Festival Indonesia yang diselenggarakan oleh KBRI.

Gorky Park adalah taman terbesar di Moskow, tempat masyarakat berekreasi, berolah raga, dan menampilkan atau menyaksikan berbagai pertunjukan seni. Tari Topeng Ireng mendapat perhatian dari pengunjung yang kemudian ikut menari bersama dengan gembira. Sebagian mencoba mengenakan tutup-kepala para penari yang memang sangat atraktif.

Penonton pun berebut untuk bisa berfoto dengan Duta Seni Boyolali

Tanpa bisa berlama-lama, kami harus segera menuju ke Hermitage Garden, tempat berlangsungnya Festival Indonesia yang siang itu dibuka secara resmi oleh Duta Besar Republik Indonesia di Rusia, Wahid Supriyadi. Begitu acara resmi dibuka, tari Topeng Ireng ditampilkan dan langsung menyedot penonton dari berbagai negara yang menjadi tamu KBRI dan masyarakat Moskow yang sedang menikmati Sabtu pagi di taman ini. Sangat atraktif, sehingga bidikan kamera fotografer begitu banyak, baik dari berbagai media yang hadir maupun sebagian besar penonton yang tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikan tarian enerjik ini.

Tiga tarian ditampilkan siang sampai sore itu berselang seling dengan sajian budaya dari daerah lainnya. Dan kehebohan tetap berlangsung di belakang panggung saat penonton dan media berlomba ingin mengambil gambar para penari dengan kostum yang menarik ini. Meski hujan sempat turun, tapi penonton tak beranjak.

Duta Besar Republik Indonesia, Wahid Supriyadi memberikan apresiasi yang besar kepada Duta Seni Boyolali. Beliau mengatakan bahwa penampilan mereka luar biasa dan berharap dapat hadir kembali mengisi acara Festival Indonesia tahun depan.

Penulis di Gorky Park, Moskow, Rusia

Duta Seni Boyolali tampil kembali di hari ke-2 dalam Festival Indonesia dengan kehebohan yang tak kalah serunya. Beberapa media pun melakukan wawancara dan mengambil gambar sebelum dan setelah penampilan mereka. Tapi kami tidak bisa berlama-lama, karena perjalanan selanjutnya menanti…kami harus bergegas menuju stasiun kereta api dengan membawa berbagai properti yang sungguh tidak ringan. (Ninda Nindiani)

 

BERITA REKOMENDASI