‘Live In and Education’ di Desa Wisata Segajih

Editor: Agus Sigit

Oleh: Rajwa Rifan Alfikri

SEGAJIH adalah nama sebuah dusun di Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulonprogo, dengan letak geografis Perbukitan Menorah di ketinggian -/+ 300 MPDPL dan masyarakatnya 90 persen merupakan perajin gula merah. Mereka pagi dan sore memanjat pohon kelapa menderes nira. Warganya sangat humanis dan menjalani kehidupan sehari-hari sebagai masyarakat pegunungan dengan aktivitas keseharian bertani di ladang.

Masyarakat Segajih sangat welcome dengan siapa pun. Dengan segala keterbatasan dan apa adanya, mereka mencoba mencari terobosan atau ide yang bisa menambah penghasilan selain menderes nira. Pada tahun 2018 dikomandoi seorang guru senirupa, mereka bersatu dengan para pemuda dan tokoh masyarakat merintis desa wisata.

Desa wisata tersebut berhasil meramaikan destinasi wisata alam Yogyakarta. Menurut Ali Subhkan (konseptor Desa Wisata Hargotirto), desa wisata ini bertujuan untuk mengangkat ekonomi masyarakat sekitar agar lebih makmur dan kebetulan, belum banyak desa wisata di Kulonprogo. Jadi masih sangat dibutuhkan tempat wisata edukasi.

Selain itu berbagai fasilitas dan banyak budaya Jawa yang dapat kita pelajari di Desa Wisata Hargotirto ini. Di Segajih bisa ‘live in’ meliputi belajar membatik, belajar gamelan, menari, membuat gula semut, homestay sudah dilengkapi free WiFi dan kamar mandi standar hotel. Tersedia pula tour guide yang siap mengantar Anda dalam perjalanan wisata. Pengalaman berbaur dengan masyarakat dan tinggal bersama menjadikan keindahan tersendiri.

Di sini bisa belajar melukis dengan kanvas ukuran 35 x 35 cm atau 40 x 60 menggunakan cat akrilik, cat minyak, cat air, dan lain-lain. Karya lukis yang indah akan tercipta di sini dengan goresan-goresan seni yang khas, juga akan dipandu para pemandu yang ramah. Dari melukis kita bisa meningkatkan kreativitas, melatih otak kanan untuk kemampuan berkomunikasi, meningkatan kecerdasan dan rasa percaya diri. Di samping itu, mengekspresikan diri melukis di alam adalah pengalaman sangat menyenangkan, kebebasan memvisualisasikan bentuk-bentuk imajinatif, yang secara tidak sadar memancing anak-anak yang sedang melukis menjadi kreatif.

Ada pula paket belajar membatik. Wisatawan bisa mahir membatik dalam waktu 4 jam. Proses dari desain sampai mencanting, nglorot dan pewarnaan menggunakan rhemasol/indigosol. Tempat membatik cukup nyaman dengan suasana asri pedesaan. Di sini ada paket membatik, karena membatik merupakan warisan yang harus dilestarikan dan membati kini adalah suatu pembentukan karakter belajar sabar dan teliti. Dan yang berbeda dari tempat lain adalah di sini diajarkan membatik dengan teknik abstrak memainkan cipratan malam menggunakan kuas, membatik serasa mudah sekali karena tidak hanya di ajarkan mencanting tapi juga memainkan cap dan akan dikenalkan motif tradisional dan kontemporer.

Wisatawan dapat belajar membut gula merah atau gula semut di Segajih, bersama masyarakat secara langsung. Proses dari nira yang langsung diambil dari pohon kelapa sampai menjadi gula merah/gula semut bisa dipelajari. Di sini adalah pusatnya pembuatan gula merah asli tanpa bahan tambahan/bahan kimia.

Paket belajar membuat gula merah/semut dibuka karena ingin meningkatkan perekonomian masyarakat. Di sini juga pusatnya pembuatan gula semut home industry. Gula semut yang diproduksi beraneka rasa, misalnya rasa original, jahe, temulawak, dan lain-lain.
Belajar gamelan juga tersedia di Desa Wisata Segajih. Warisan ini tidak boleh hilang tergerus perkembangan zaman. Penting sekali bagi generasi penerus untuk mempelajari musik tradisional sebagai aset budaya yang harus dilestarikan. Belajar menggamel sangat menyenangkan karena pengunjung dapat merasakan langsung cara membunyikan gamelan, mengetahui macam-macam gamelan bahkan bisa belajar menyanyikan lagu atau tembang Jawa yang harus dilestarikan sepanjang masa.

Bermain di alam bebas yang bersih dengan suasana pegunungan asri menjadikan siapa pun yang datang ke sini merasa sangat nyaman dan hilang semua beban. Outbond yang seru dan fun game akan menciptakan tantangan tersendiri, keberanian, juga kekompakan. Tak perlu takut karena juga akan dipandu pemandu outbond dan peralatan yang savety.

Kegiatan di alam seperti outbond untuk pelajar. (Foto: Dinas Pariwisata Kulonprogo)

Selain itu, susur sungai di Segajih sangat seru karena penuh batu-batu alam dan bersih air pegunungan yang masih alami menjadikan serasa bermain di alam bebas. Tinggal di homestay di sini kita seperti di rumah simbah/eyang, pakde/bude, paklik/bulik, dan lain-lain sambil menikmati alam pegunungan yang menyenangkan. Bagi yang lama tinggal di kotaa kan serasa mudik di kampung halaman dengan makanan khas warga. Hidup menyatu dengan masyarakat yang ramah dan menyenangkan, karena siapa pun yang datang ke sini adalah bagian dari keluarga. Sebuah pengakuan yang tulus dari masyarakat di sini. Tinggal di sini juga. “Segajih live in and education memiliki 28 homestay dengan kamar mandi standar internasional dengan tujuan pelayanan yang nyaman untuk tamu yang menginap di Segajih,” kata Ali Subkhan sebagai konseptor Segajih Live In and Education.

Kuliner di Segajih yang bikin kangen untuk datang lagi adalah sega tiplek, yaitu nasi khas Segajih asli yang masaknya dikukus menggunakan daun dan di kasih santan sehingga rasanya gurih danlezat yang dimakan dengan gudangan dan tahu-tempe bacem. Nasi tiplek sudah ada sejak nenek moyang untuk sarapan pagi keluarga sebelum mereka pergi ke ladang dan menderes nira.
Ada pula minuman khas legen yang tebuat dari nira kelapa. Pengunjung bisa mendapatkan di hampir setiap rumah.

Segajih Live in and Education, tempat wisata dengan pengalaman khusus yang tidak hanya mendapatkan keindahan alam pegunungan, tetapi pengalaman khusus tentang seni dan budaya, sekaligus tinggal bersama masyarakat setempat. Hal itu pula yang mendorong banyak sekolah ingin datang untuk belajar di alam dan luar sekolah, merasakan berinteraksi langsung dengan warga menjadikan saling belajar, saling memahami karakter budaya lokal. Salam Pesona Indonesia.

(Penulis adalah Juara 2 Kategori Desa Wisata Segajih)

 

BERITA REKOMENDASI