Magnet Semarang Bernama Lawang Sewu

SEMARANG, KRJOGJA.com – Liburan sekolah yang digabung dengan Natal dan Tahun Baru 2019 ini cukup panjang dan memberi kelonggaran waktu untuk dimanfaatkan tamasya ke beberapa destinasi wisata. Kota Semarang yang menjadi Ibukota Provinsi Jawa Tengah pun beberapa destinasi wisatanya sudah bersiap menyambut pelancong. Salah satunya adalah Gedung Kuno Lawang Sewu.

Lawang Sewu merupakan bangunan gedung yang cukup unik, memiliki pintu dan jendela cukup banyak. Karenanya disebut Lawang (pintu) Sewu (seribu). Berada di pusat ikon Semarang yakni kawasan Tugu Muda, Lawang Sewu menjadi tempat favorit dikunjungi. Pelancong biasanya menikmati pemandangan arsitektur megah gedung di pelataran yang berada di tengah bangunan yang mengotak. Bagunan gedung Lawang Sewu kalau dilihat selalu menampilkan kesan perspektif dan sangat menarik untuk latar belakang foto selphy.

Anda pasti akan merasakan udara sejuk berada di dalam bangunan yang sebagian berdinding dan berlantai marmer. Apalagi saat berada di bangunan lantai atas yang membuat angin bebas masuk melalui jendera dan kisi-kisi.

Kesan angker sebagai mana yang dulu pernah melekat pada gedung yang dibangun era penjajahan Belanda ini pun berangsur sirna.

Konon dulu memang ada yang sengaja menghembuskan kesan tersebut saat gedung mangkrak. Karena tujuan agar tidak ada orang berani masuk, karena di dalam gedung banyak benda-benda berharga yang dilindungi agar tidak hilang atau berpindah tangan. 

Bangunan utama ada dan dapat terlihat dari depan. Sedangkan bangunan kedua ada di bagian belakang dan memiliki ruang bawah tanah yang konon dulu menjadi tempat perlindungan dan ruang tahanan.

Lawang Sewu juga pernah menjadi saksi Pertempuran 5 Hari di Semarang. banyak pemuda yang gugur dibunuh Jepang di Lawang Sewu. Di ruang bawah tanah mereka ditahan dan dibunuh dengan cara disembelih dengan samurai. darahnya membanjiri ruang bawah tanah dan mengalir memerahkan sungai Pekunden hingga Kali Semarang.

Kesan serem kini sudah sirna, saat PT KAI selaku yang menguasai dan memiliki lahan tersebut merehabnya menjadi destinasi wisata heritage Kota Semarang.

Tiket masuk Rp 10 ribu, membuat pelancong puas bisa menikmati pemandangan dan berselpy ria. Hanya saja untuk tempat parkir memang rada susah. Lawang Sewu tidak menyediakan lahan parkir. Pelancong yang menggunakan mobil lebih nyaman parkir di DP Mall dan jalan sedikit menuju Lawang Sewu yang hanya berjarak 50 meter. Sedangkan yang membawa sepeda motor bisa parkir di jalan samping Kali Pekunden. Karcis parkir sepeda motor yang dikelola remaja kampung Rp 3000. (Chandra AN)

BERITA REKOMENDASI