Menembus Belantara Oxigen Park Bagai di Masa Pra Sejarah

Editor: Ary B Prass

Paulus, petugas pengawas pengelola Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kaliurang mengemukakan, Oxigen Park memeiliki areal sekitar 10 hektar. Dikembangkan sebagai obyek wisata ilmiah, tempat belajar, yang akan difasilitasi Wifi, serta dipasang CCTV untuk memonitor kegiatan maupun keberadaan tanaman hutan tersebut.

Ada sekitar 50 jenis tanaman yang sudah terdata baik yang berasal dari endemik Merapi maupun dari luar. Pada masa pandemi sekarang ini, masyarakat lebih membutuhkan oksigen murni untuk tetap menjaga kesehatanya. Sehubugnan hal itu, wisata hutan menjadi salah satu pilihan yang paling tepat.

Hal ini disebabkan, tanaman hutan tersebut menghasilkan oxigen yang bagus untuk kesehatan, dan jauh dari polusi, sehingga wisata KHDTK ini disebut hutan Oxigen Park.

 

“Oxigen Park ini salah satu kawasan wisata yang beda dengan lainya karena memiliki koleksi beragam tanaman tua, yang ditanam sekitar tahun 1958,” kata Paulus.

Beberapa pohon tua koleksi Oxigen Park KHDTK adalah, Pinus, Kemenyan, Rrasamala, Puspa asli endemik Merapi, dan Tesek. Hutan ini juga sebagai tempat pembibitan, untuk penelitian dan pembelajaran.

“Di tempat ini, masyarakat akan tahu hutan itu apa dan apa fungsinya  serta manfaatnya untuk kehidupan manusia. Hutan sebagai penyangga bumi sehingga harus diamankan dan dilestarikan,” jelas Paulus. (Sri Warsiti)

 

BERITA REKOMENDASI